SURABAYA, LenteraInspiratif.id — Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur mengalami pergerakan bervariasi pada Senin (2/11/2026), berdasarkan data harga rata-rata provinsi di tingkat konsumen. Harga cabai merah besar dan bawang terpantau turun, sedangkan cabai rawit merah, ikan segar, serta sejumlah bahan bangunan mengalami kenaikan.
Data yang diperbarui pukul 09.08 WIB menunjukkan harga beras premium turun Rp41 menjadi Rp15.028 per kilogram. Sementara itu, beras medium relatif stabil dengan kenaikan tipis Rp2 menjadi Rp13.000 per kilogram.
Harga gula kristal putih juga turun Rp109 menjadi Rp17.466 per kilogram. Untuk minyak goreng, pergerakannya berbeda antara jenis curah dan kemasan.
Minyak goreng curah turun Rp9 menjadi Rp20.442 per kilogram. Sebaliknya, minyak goreng kemasan premium naik Rp165 menjadi Rp22.189 per liter, kemasan sederhana naik Rp108 menjadi Rp18.943 per liter, dan Minyakita naik Rp44 menjadi Rp15.928 per liter.
Harga Daging dan Telur Turun
Penurunan juga terjadi pada kelompok daging dan telur. Harga daging sapi paha belakang turun Rp540 menjadi Rp134.261 per kilogram.
Daging ayam ras turun Rp846 menjadi Rp34.725 per kilogram. Sementara daging ayam kampung mengalami penurunan Rp1.802 menjadi Rp68.231 per ekor.
Harga telur ayam ras turun Rp120 menjadi Rp23.564 per kilogram. Telur ayam kampung juga turun Rp317 menjadi Rp45.491 per kilogram.
Harga Cabai Bergerak Berbeda
Pergerakan harga cabai di Jawa Timur tidak seragam. Cabai merah keriting naik tipis Rp65 menjadi Rp44.405 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik Rp191 menjadi Rp53.516 per kilogram.
Sebaliknya, cabai merah besar turun cukup besar, yakni Rp1.176 menjadi Rp33.885 per kilogram.
Harga bawang merah turun Rp127 menjadi Rp27.646 per kilogram. Bawang putih jenis Sinco/Honan juga turun Rp197 menjadi Rp28.296 per kilogram.
Di kelompok sayuran, harga kentang naik Rp111 menjadi Rp15.262 per kilogram dan tomat merah naik Rp29 menjadi Rp9.174 per kilogram. Sementara kol turun Rp193 menjadi Rp9.116 per kilogram, wortel turun Rp187 menjadi Rp13.896 per kilogram, serta buncis turun Rp509 menjadi Rp15.416 per kilogram.
Ikan Segar dan Bahan Bangunan Naik
Kenaikan harga juga tercatat pada sejumlah komoditas ikan segar. Harga ikan kembung naik Rp516 menjadi Rp37.032 per kilogram, ikan tuna naik Rp1.067 menjadi Rp42.420 per kilogram, ikan tongkol naik Rp1.025 menjadi Rp36.330 per kilogram, dan ikan cakalang naik Rp539 menjadi Rp36.768 per kilogram.
Sementara itu, harga ikan bandeng turun Rp417 menjadi Rp35.241 per kilogram. Berbeda dengan ikan segar, ikan asin teri naik Rp1.627 menjadi Rp80.143 per kilogram.
Pada kelompok bahan bangunan, papan meranti naik Rp5.012 menjadi Rp112.821 per lembar. Kayu balok meranti naik Rp2.309 menjadi Rp102.829 per batang, sedangkan triplek ukuran 6 milimeter naik Rp1.869 menjadi Rp78.698 per lembar.
Harga semen juga bergerak bervariasi. Semen Bosowa naik Rp614 menjadi Rp48.844 per sak ukuran 40 kilogram dan Semen Tiga Roda naik Rp190 menjadi Rp52.575. Sebaliknya, Semen Padang turun Rp260 menjadi Rp48.700, Semen Tonasa turun Rp940 menjadi Rp47.566, serta Semen Dynamix turun Rp385 menjadi Rp49.333.
Untuk gas elpiji 3 kilogram, data mencatat harga Rp20.014 dengan satuan kilogram, naik Rp153 dibandingkan hari sebelumnya. Angka tersebut mengikuti satuan yang tercantum dalam tabel sumber.
Di sektor pupuk non-subsidi, harga KCL turun Rp673 menjadi Rp10.021 per kilogram dan Urea turun Rp456 menjadi Rp8.292 per kilogram. Pupuk ZA turun Rp150 menjadi Rp6.561 per kilogram.
Sebaliknya, pupuk NPK naik Rp240 menjadi Rp14.330 per kilogram dan SP 35 naik Rp207 menjadi Rp8.007 per kilogram.
Pergerakan harga tersebut merupakan rata-rata tingkat konsumen di Jawa Timur. Harga di masing-masing pasar dan daerah dapat berbeda mengikuti kondisi pasokan serta permintaan.










