SURABAYA, LenteraInspiratif.id — Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur cenderung turun pada Kamis (29/10/2026), berdasarkan data harga rata-rata provinsi di tingkat konsumen. Penurunan terjadi pada seluruh jenis cabai, beras, daging ayam ras, serta sejumlah komoditas pangan dan bahan bangunan.
Data yang tercatat pukul 09.46 WIB menunjukkan harga cabai rawit merah turun Rp1.815 menjadi Rp55.977 per kilogram. Cabai merah besar turun Rp1.416 menjadi Rp35.832 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting turun Rp1.333 menjadi Rp44.704 per kilogram.
Harga Beras dan Gula Turun
Harga beras premium turun Rp37 menjadi Rp15.032 per kilogram. Beras medium juga mengalami penurunan Rp106 menjadi Rp12.908 per kilogram.
Harga gula kristal putih turun Rp34 menjadi Rp17.532 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng curah turun Rp121 menjadi Rp20.364 per kilogram.
Berbeda dengan minyak curah, harga minyak goreng kemasan premium naik Rp125 menjadi Rp22.133 per liter. Minyak goreng kemasan sederhana juga naik Rp282 menjadi Rp19.075 per liter, sedangkan Minyakita turun Rp26 menjadi Rp15.860 per liter.
Harga Daging Ayam Ras Turun Rp890
Harga daging sapi paha belakang naik tipis Rp100 menjadi Rp134.853 per kilogram. Sebaliknya, harga daging ayam ras turun Rp890 menjadi Rp35.366 per kilogram.
Daging ayam kampung juga turun Rp30 menjadi Rp69.956 per ekor. Harga telur ayam ras turun Rp68 menjadi Rp23.851 per kilogram, sementara telur ayam kampung naik Rp223 menjadi Rp45.954 per kilogram.
Pada kelompok susu, harga susu kental manis merek Bendera naik Rp194 menjadi Rp12.692 per kaleng ukuran 370 gram. Merek Indomilk naik Rp69 menjadi Rp12.537 per kaleng.
Sementara itu, susu bubuk instan merek Bendera turun Rp83 menjadi Rp41.715 per kemasan 400 gram. Susu bubuk instan merek Indomilk naik Rp44 menjadi Rp40.579 per kemasan.
Harga Bawang dan Kacang-Kacangan Melemah
Harga bawang merah turun Rp158 menjadi Rp27.489 per kilogram. Bawang putih jenis Sinco/Honan juga turun Rp212 menjadi Rp28.313 per kilogram.
Harga jagung pipilan kering turun Rp164 menjadi Rp7.816 per kilogram. Kedelai impor turun Rp38 menjadi Rp12.732 per kilogram, sedangkan kedelai lokal naik Rp74 menjadi Rp13.173 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada kacang hijau yang turun Rp720 menjadi Rp26.420 per kilogram. Kacang tanah turun Rp571 menjadi Rp38.952 per kilogram, sementara ketela pohon naik tipis Rp4 menjadi Rp5.119 per kilogram.
Harga ikan asin teri turut turun Rp1.797 menjadi Rp76.719 per kilogram.
Harga Ikan Segar Mayoritas Turun
Harga ikan bandeng turun Rp984 menjadi Rp34.805 per kilogram. Ikan kembung turun Rp672 menjadi Rp35.873 per kilogram, sedangkan ikan tongkol turun Rp317 menjadi Rp34.956 per kilogram.
Harga ikan cakalang juga turun Rp223 menjadi Rp36.006 per kilogram. Sebaliknya, ikan tuna naik Rp80 menjadi Rp41.371 per kilogram.
Di kelompok sayuran, harga kol atau kubis turun Rp228 menjadi Rp9.046 per kilogram. Tomat merah turun Rp226 menjadi Rp9.028 per kilogram, kentang turun Rp84 menjadi Rp15.113 per kilogram, dan wortel turun Rp53 menjadi Rp13.985 per kilogram.
Adapun harga buncis naik Rp80 menjadi Rp15.907 per kilogram.
Harga Bahan Bangunan dan Pupuk Turun
Penurunan juga tercatat pada sejumlah bahan bangunan. Harga papan meranti ukuran 4 meter turun Rp4.184 menjadi Rp103.625 per lembar, sedangkan triplek ukuran 6 milimeter turun Rp1.825 menjadi Rp75.003 per lembar.
Harga besi beton ukuran 6 milimeter turun Rp837 menjadi Rp29.876 per batang. Besi beton ukuran 8 milimeter turun Rp1.095 menjadi Rp47.416 per batang, ukuran 10 milimeter turun Rp1.799 menjadi Rp69.246 per batang, dan ukuran 12 milimeter turun Rp1.110 menjadi Rp99.605 per batang.
Harga semen bergerak bervariasi. Semen Gresik turun menjadi Rp56.830 per sak ukuran 40 kilogram dan Semen Tiga Roda turun menjadi Rp51.674 per sak. Sebaliknya, Semen Padang naik Rp1.249 menjadi Rp50.208 per sak.
Untuk pupuk non-subsidi, harga KCL turun Rp302 menjadi Rp10.393 per kilogram. Pupuk NPK turun menjadi Rp13.826 per kilogram, SP 35 menjadi Rp7.769 per kilogram, urea menjadi Rp8.550 per kilogram, dan ZA menjadi Rp6.538 per kilogram.
Sementara itu, harga gas elpiji 3 kilogram dalam tabel tercatat naik Rp43 menjadi Rp19.905 sesuai satuan yang dicantumkan sumber.
Data tersebut merupakan harga rata-rata tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur. Harga yang dijumpai masyarakat di pasar dapat berbeda menurut wilayah dan kondisi perdagangan.











