SURABAYA, LenteraInspiratif.id— Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur mengalami perubahan pada Minggu (25/10/2026), berdasarkan data harga rata-rata provinsi di tingkat konsumen. Beras premium tercatat naik menjadi Rp16.200 per kilogram, sementara harga cabai merah keriting meningkat menjadi Rp53.250 per kilogram.
Data yang diperbarui pukul 07.18 WIB tersebut menunjukkan kenaikan pada sejumlah komoditas, termasuk minyak goreng kemasan, bawang, ikan segar, dan beberapa jenis pupuk non subsidi.
Harga Beras dan Minyak Goreng Naik
Harga beras premium tercatat naik Rp1.118 atau 7,42 persen menjadi Rp16.200 per kilogram. Beras medium juga meningkat Rp135 atau 1,04 persen menjadi Rp13.150 per kilogram.
Di kelompok minyak goreng, kenaikan paling besar secara persentase terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana yang naik 9,05 persen menjadi Rp20.500 per liter.
Minyakita naik Rp943 menjadi Rp16.850 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan premium meningkat Rp470 menjadi Rp22.500 per liter.
Berbeda dengan ketiga komoditas tersebut, minyak goreng curah turun Rp1.041 atau 5,08 persen menjadi Rp19.450 per kilogram.
Harga gula kristal putih juga turun Rp266 menjadi Rp17.250 per kilogram.
Harga Cabai dan Bawang Bergerak Naik
Harga cabai merah besar naik Rp2.399 menjadi Rp44.750 per kilogram. Cabai merah keriting meningkat Rp2.214 menjadi Rp53.250 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit merah justru turun Rp975 menjadi Rp61.250 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang mencapai Rp28.750 per kilogram, atau naik Rp1.275 dibandingkan harga sebelumnya.
Harga bawang putih Sinco/Honan meningkat Rp2.254 menjadi Rp30.875 per kilogram.
Harga Daging dan Telur Bervariasi
Harga daging sapi paha belakang naik Rp168 menjadi Rp133.500 per kilogram. Daging ayam ras juga naik Rp681 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Sebaliknya, daging ayam kampung tercatat turun Rp10.016 menjadi Rp60.000 per ekor.
Untuk komoditas telur, harga telur ayam ras turun Rp629 menjadi Rp23.550 per kilogram. Sementara telur ayam kampung naik Rp10.434 menjadi Rp56.250 per kilogram.
Perubahan harga tersebut menunjukkan pergerakan berbeda antara komoditas daging dan telur di tingkat konsumen.
Harga Ikan Segar Naik
Sejumlah komoditas ikan segar mengalami kenaikan harga. Ikan bandeng naik Rp5.856 menjadi Rp41.500 per kilogram, sedangkan ikan tuna meningkat Rp5.073 menjadi Rp46.500 per kilogram.
Harga ikan kembung naik Rp2.464 menjadi Rp39.000 per kilogram. Ikan tongkol meningkat Rp2.440 menjadi Rp37.750 per kilogram, sementara ikan cakalang naik Rp2.856 menjadi Rp39.000 per kilogram.
Ikan asin teri juga mengalami kenaikan Rp9.484 menjadi Rp88.000 per kilogram.
Harga Sayuran Turun
Berbeda dengan ikan segar, sejumlah komoditas sayuran justru mengalami penurunan.
Harga buncis turun Rp1.969 menjadi Rp13.500 per kilogram. Kentang turun Rp1.685 menjadi Rp13.500 per kilogram, sedangkan wortel turun Rp1.491 menjadi Rp12.500 per kilogram.
Tomat merah turun Rp956 menjadi Rp8.000 per kilogram. Kol atau kubis juga mengalami penurunan Rp921 menjadi Rp8.000 per kilogram.
Pada komoditas lain, harga jagung pipilan kering naik Rp1.802 menjadi Rp9.750 per kilogram. Gas elpiji 3 kilogram tercatat naik Rp138 menjadi Rp20.000.
Adapun harga pupuk ZA non subsidi tercatat Rp11.000 per kilogram, naik Rp4.288 dibandingkan harga sebelumnya. Pupuk urea non subsidi naik Rp3.246 menjadi Rp12.000 per kilogram.
Data tersebut memperlihatkan kenaikan dan penurunan harga yang beragam pada sejumlah komoditas di Jawa Timur. Harga yang tercantum merupakan rata-rata provinsi di tingkat konsumen dan dapat berbeda dengan harga di masing-masing pasar.











