Jawa TimurReview Film

Film PIYE TO KIH? Gelar Special Screening di Mojokerto

×

Film PIYE TO KIH? Gelar Special Screening di Mojokerto

Sebarkan artikel ini

Ito Mavin Ungkap Tantangan Bawa Woko Channel ke Layar Lebar


MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Film layar lebar PIYE TO KIH? menyapa masyarakat Mojokerto melalui agenda special screening atau nonton bareng (nobar) di CGV Sunrise Mojokerto, Sabtu (31/10/2026). Film garapan sutradara sekaligus produser Ito Mavin Afriandy tersebut menghadirkan perpaduan drama, komedi, dan unsur supranatural dengan mengangkat kisah cinta antara manusia dan sosok dari alam berbeda.

 

Kegiatan bertajuk “Nobar Asik Mojokerto” ini menjadi bagian dari rangkaian promosi film produksi MIRACLE Pictures yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026. Film berdurasi 108 menit tersebut mengangkat cerita Mukidi, seorang lelaki yang berusaha membuktikan dirinya layak untuk menikah, tetapi justru terjebak dalam persoalan rumit setelah bertemu Sukma, perempuan misterius dari alam berbeda.

 

Kisah cinta Mukidi dan Sukma tidak berjalan sederhana. Selain berasal dari alam berbeda, keduanya juga menghadapi persoalan perbedaan keyakinan yang menjadi salah satu konflik utama dalam cerita.

 

Situasi tersebut tergambar melalui kalimat yang menjadi daya tarik film ini, “Udah beda alam, beda agama pula… piye to kih?”

 

Di balik unsur komedi dan supranatural, film ini juga membawa cerita tentang persahabatan, keluarga, kehilangan, kejujuran, hingga keberanian seseorang untuk memperbaiki diri.

 

Ito Mavin Ungkap Tantangan Bawa Woko Channel ke Bioskop

 

Sutradara sekaligus produser film, Ito Mavin Afriandy, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penggarapan PIYE TO KIH? adalah menghadirkan sesuatu yang berbeda ketika membawa Woko Channel dan para pemainnya dari platform YouTube ke medium film layar lebar.

 

Menurutnya, penonton bioskop harus mendapatkan pengalaman dan sajian cerita yang berbeda dibandingkan konten yang selama ini mereka saksikan melalui YouTube.

 

“Tantangan terbesar kita saat membawa Woko Channel dan teman-teman ini ke medium film adalah bagaimana kita menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding mereka yang ada di YouTube,” ungkap Ito Mavin.

 

Karena itu, tim produksi menyiapkan pendekatan cerita dan kemasan tersendiri agar penampilan para pemain menghadirkan pengalaman berbeda bagi penonton bioskop.

 

“Kita pastikan membuat sebuah treatment atau cerita atau kemasan di mana wajah mereka hanya bisa dilihat atau appearance tampilan mereka hanya bisa dilihat di bioskop,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id