MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di Jawa Timur pada Jumat (4/9/2026) menunjukkan kondisi yang cukup beragam. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara sejumlah bahan pangan lainnya justru tercatat turun.
Berdasarkan pantauan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen yang tercatat pada Jumat (4/9/2026) pukul 09.43 WIB, harga cabai rawit merah masih menjadi salah satu komoditas yang berada di level tinggi, yakni mencapai Rp60.872 per kilogram.
Harga tersebut naik Rp308 atau sekitar 0,51 persen dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp60.564 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting, dari Rp29.825 menjadi Rp30.256 per kilogram atau bertambah Rp431 (1,45 persen). Sebaliknya, cabai merah besar turun Rp459 (1,79 persen), dari Rp25.696 menjadi Rp25.237 per kilogram.
Komoditas bumbu dapur lainnya juga bergerak naik. Bawang merah tercatat naik cukup signifikan, dari Rp26.843 menjadi Rp27.411 per kilogram. Kenaikannya mencapai Rp568 atau 2,12 persen.
Sementara itu, harga bawang putih Sinco/Honan naik Rp96 menjadi Rp29.618 per kilogram.
Harga Beras Bergerak Berlawanan
Pada komoditas beras, pergerakan harga premium dan medium justru berlawanan.
Beras premium naik Rp26 atau 0,17 persen menjadi Rp15.125 per kilogram. Sedangkan beras medium turun Rp88 atau 0,68 persen menjadi Rp12.911 per kilogram.
Harga gula kristal putih relatif stabil dengan sedikit penurunan. Dari Rp17.174 menjadi Rp17.168 per kilogram atau berkurang Rp6 (0,04 persen).
Di sektor minyak goreng, minyak goreng curah naik menjadi Rp20.485 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium berada di Rp21.920 per liter, sedangkan kemasan sederhana naik menjadi Rp19.000 per liter.
Untuk Minyakita, harga justru turun Rp126 atau 0,78 persen menjadi Rp16.029 per liter.
Daging Ayam Turun
Pergerakan harga daging pada perdagangan konsumen Jawa Timur menunjukkan kecenderungan menurun.
Harga daging sapi paha belakang turun Rp290 menjadi Rp130.312 per kilogram. Daging ayam ras turun Rp417 atau 1,06 persen menjadi Rp38.805 per kilogram.
Penurunan lebih besar terjadi pada daging ayam kampung, yang berada di angka Rp69.056 per ekor, turun Rp833 atau 1,19 persen.
Harga telur ayam ras juga turun tipis menjadi Rp24.389 per kilogram. Namun telur ayam kampung naik Rp42 menjadi Rp45.987 per kilogram.
Sayuran Tak Seragam
Di kelompok sayur-mayur, harga kol/kubis mengalami kenaikan paling menonjol. Harganya naik Rp297 atau 3,86 persen menjadi Rp7.985 per kilogram.
Tomat merah juga naik 3,79 persen menjadi Rp6.600 per kilogram.
Sebaliknya, harga buncis turun Rp276 atau 1,90 persen menjadi Rp14.285 per kilogram. Wortel turun menjadi Rp14.768 per kilogram, sedangkan kentang sedikit melemah menjadi Rp15.697 per kilogram.
Harga ikan segar juga bergerak beragam. Ikan bandeng naik menjadi Rp35.178 per kilogram dan ikan tongkol menjadi Rp35.632 per kilogram. Sementara ikan kembung turun menjadi Rp35.522 per kilogram dan ikan tuna turun cukup besar Rp858 atau 2,09 persen menjadi Rp40.209 per kilogram.
Harga Pupuk Naik
Kenaikan juga terlihat pada sejumlah jenis pupuk non-subsidi. Pupuk KCL tercatat Rp10.771 per kilogram atau naik 1,35 persen.
Pupuk NPK non-subsidi naik 2,12 persen menjadi Rp13.835 per kilogram. Pupuk SP 35 naik 2,35 persen menjadi Rp7.984 per kilogram, sedangkan pupuk Urea naik 1,91 persen menjadi Rp8.626 per kilogram.
Kenaikan persentase terbesar di kelompok pupuk terjadi pada pupuk ZA non-subsidi, yang naik 2,94 persen menjadi Rp6.671 per kilogram.
Data tersebut menunjukkan bahwa harga kebutuhan masyarakat di Jawa Timur masih bergerak dinamis. Komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, sejumlah sayuran, ikan, serta pupuk mengalami kenaikan, sementara beberapa komoditas lain seperti daging ayam, beras medium, Minyakita dan sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan.
Sumber: Pantauan data Harga Rata-Rata Provinsi Jawa Timur di Tingkat Konsumen, 4 September 2026 pukul 09.43 WIB.












