EkonomiJawa Timur

Harga Sembako Jawa Timur 19 Agustus 2026: Cabai Turun, Ayam dan Minyak Kemasan Naik

×

Harga Sembako Jawa Timur 19 Agustus 2026: Cabai Turun, Ayam dan Minyak Kemasan Naik

Sebarkan artikel ini
Foto situasi pasar
Foto situasi pasar

SURABAYA, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur pada Rabu, 19 Agustus 2026, bergerak relatif stabil. Berdasarkan data pemantauan harga pada pukul 10.52 WIB, sejumlah komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan dengan perubahan yang cenderung tipis.

 

Pergerakan cukup terlihat pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar turun Rp633 per kilogram dari Rp32.475 menjadi Rp31.842 atau berkurang 1,95 persen. Cabai merah keriting juga turun Rp421 menjadi Rp31.698 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah turun Rp394 menjadi Rp46.568 per kilogram.

 

Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang kini berada di level Rp27.169 per kilogram, turun Rp194 atau 0,71 persen. Bawang putih Sinco/Honan turun Rp63 menjadi Rp29.698 per kilogram.

 

Sementara itu, harga daging ayam ras justru mengalami kenaikan Rp220 per kilogram, dari Rp38.185 menjadi Rp38.404 atau naik 0,57 persen. Harga daging sapi paha belakang relatif stabil dengan penurunan Rp50 menjadi Rp128.844 per kilogram.

 

Pada komoditas minyak goreng, pergerakan harga cukup beragam. Minyak goreng kemasan premium naik Rp115 menjadi Rp21.931 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana naik Rp103 menjadi Rp18.807 per liter.

 

Sebaliknya, harga Minyakita turun Rp115 menjadi Rp16.017 per liter. Minyak goreng curah juga turun Rp9 menjadi Rp20.249 per kilogram.

 

Harga beras premium tercatat naik tipis Rp9 menjadi Rp15.061 per kilogram. Sementara beras medium turun Rp3 menjadi Rp13.009 per kilogram. Gula kristal putih juga turun Rp29 menjadi Rp17.094 per kilogram.

 

Untuk komoditas telur, harga telur ayam ras turun Rp50 menjadi Rp23.474 per kilogram. Telur ayam kampung nyaris tidak berubah, turun Rp1 menjadi Rp45.812 per kilogram.

 

Komoditas ikan segar menunjukkan pergerakan beragam. Harga ikan bandeng naik Rp408 menjadi Rp35.051 per kilogram atau 1,18 persen. Ikan tuna naik Rp37 menjadi Rp41.180 per kilogram dan ikan tongkol naik Rp22 menjadi Rp35.212 per kilogram. Sementara ikan kembung turun Rp39 menjadi Rp36.346 per kilogram.

 

Di kelompok sayuran, sebagian besar harga mengalami penurunan. Harga tomat merah turun Rp30 menjadi Rp5.992 per kilogram, wortel turun Rp75 menjadi Rp15.109, serta buncis turun Rp78 menjadi Rp14.218 per kilogram. Harga kol/kubis juga turun Rp27 menjadi Rp7.809 per kilogram. Sementara kentang naik Rp26 menjadi Rp15.965 per kilogram.

 

Untuk komoditas pupuk, penurunan terbesar terjadi pada pupuk KCL non-subsidi yang turun Rp228 atau 2,14 persen, dari Rp10.628 menjadi Rp10.400 per kilogram. Pupuk NPK non-subsidi turun Rp107 menjadi Rp13.959 per kilogram, sedangkan pupuk urea non-subsidi turun Rp82 menjadi Rp8.657 per kilogram.

 

Harga semen juga bergerak bervariasi. Semen Dynamix mencatat kenaikan Rp476 menjadi Rp50.194 per sak 40 kilogram. Semen Tonasa naik Rp377 menjadi Rp48.883 dan Semen Padang naik Rp362 menjadi Rp49.448. Sebaliknya, Semen Gresik turun Rp41 menjadi Rp56.988 per sak.

 

Secara umum, perubahan harga bahan pokok di Jawa Timur pada 19 Agustus 2026 masih berada dalam rentang yang relatif terbatas. Penurunan paling mencolok pada kelompok pangan terjadi pada cabai merah besar, sedangkan kenaikan terbesar terlihat pada harga ikan bandeng.

 

Data tersebut merupakan harga rata-rata tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur berdasarkan pemantauan harga hingga pukul 10.52 WIB pada 19 Agustus 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id