SURABAYA, LenteraInspiratif.id — Pergerakan harga sejumlah kebutuhan masyarakat di Jawa Timur pada Rabu, 2 September 2026, menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara sejumlah bahan pangan lainnya justru tercatat turun.
Berdasarkan pantauan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen per 2 September 2026 pukul 10.18 WIB, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas telur ayam ras.
Harga telur ayam ras tercatat Rp26.446 per kilogram, naik Rp2.083 atau 8,55 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp24.362 per kilogram.
Kenaikan cukup terasa juga terjadi pada kelompok cabai. Cabai rawit merah naik Rp1.346 menjadi Rp58.684 per kilogram, atau meningkat 2,35 persen. Sementara cabai merah keriting naik Rp469 menjadi Rp29.394 per kilogram.
Sebaliknya, harga cabai merah besar mengalami penurunan Rp433 atau 1,68 persen sehingga berada di angka Rp25.404 per kilogram.
Komoditas pangan lainnya juga menunjukkan pergerakan berbeda. Beras premium turun tipis Rp7 menjadi Rp15.076 per kilogram, sedangkan beras medium turun Rp40 menjadi Rp12.972 per kilogram. Harga gula kristal putih juga turun Rp6 menjadi Rp17.145 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah justru naik Rp126 menjadi Rp20.520 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium naik Rp50 menjadi Rp21.935 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana naik Rp156 menjadi Rp19.000 per liter.
Untuk Minyakita, harga rata-rata tercatat turun Rp132 menjadi Rp16.023 per liter.
Perubahan cukup besar juga terlihat pada komoditas daging. Harga daging sapi paha belakang turun tipis menjadi Rp130.365 per kilogram. Daging ayam ras turun Rp632 menjadi Rp38.943 per kilogram, sedangkan daging ayam kampung turun Rp1.190 menjadi Rp68.611 per ekor.
Di sisi lain, harga telur ayam kampung naik Rp325 menjadi Rp46.119 per kilogram.
Pada kelompok sayuran, wortel mengalami penurunan Rp135 menjadi Rp14.750 per kilogram. Kentang juga turun Rp21 menjadi Rp15.726 per kilogram. Sementara tomat merah naik Rp60 menjadi Rp6.371 per kilogram dan buncis relatif stabil di Rp14.403 per kilogram.
Pergerakan harga juga terjadi pada ikan segar. Ikan tongkol naik Rp432 menjadi Rp35.535 per kilogram, sedangkan ikan cakalang naik Rp191 menjadi Rp36.141 per kilogram. Harga bandeng, kembung dan tuna justru bergerak turun tipis.
Untuk kebutuhan lainnya, harga semen secara umum mengalami kenaikan. Semen Dynamix tercatat naik Rp518 menjadi Rp50.236 per sak 40 kilogram, sedangkan Semen Tonasa naik Rp293 menjadi Rp48.800.
Harga besi beton 8 mm juga naik Rp553 menjadi Rp49.054 per batang, sementara seluruh jenis paku yang tercantum dalam pemantauan mengalami kenaikan.
Pada kelompok pupuk, sebagian besar harga justru turun. Pupuk NPK non-subsidi turun Rp408 menjadi Rp13.628 per kilogram, pupuk Urea turun Rp246 menjadi Rp8.508, dan pupuk ZA turun Rp191 menjadi Rp6.523 per kilogram. Pupuk SP 35 menjadi salah satu yang naik, yakni Rp76 menjadi Rp7.877 per kilogram.
Data tersebut menunjukkan harga kebutuhan masyarakat di Jawa Timur masih bergerak fluktuatif. Komoditas seperti telur ayam ras dan cabai rawit merah menjadi perhatian karena mencatat kenaikan cukup tinggi dalam pemantauan terbaru.
Sumber: Pantauan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen, 2 September 2026 pukul 10.18 WIB.













