SURABAYA, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bergerak cukup dinamis. Kenaikan paling mencolok terjadi pada harga garam beryodium dan sejumlah komoditas minyak goreng, sementara harga daging ayam kampung justru turun lebih dari 6 persen.
Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur yang tercatat pukul 08.39 WIB, harga garam beryodium jenis bata naik Rp195 menjadi Rp2.035 per buah atau meningkat 10,57 persen. Garam halus juga mengalami kenaikan Rp554 menjadi Rp9.864 per kilogram atau naik 5,95 persen.
Di sektor minyak goreng, minyak goreng curah naik Rp271 menjadi Rp20.628 per kilogram atau meningkat 1,33 persen. Minyak goreng kemasan premium naik Rp256 menjadi Rp22.122 per liter atau 1,17 persen, sedangkan kemasan sederhana naik Rp76 menjadi Rp18.902 per liter.
Berbeda dengan jenis minyak lainnya, harga Minyakita justru turun Rp221 menjadi Rp15.932 per liter atau berkurang 1,37 persen.
Harga beras juga mengalami kenaikan tipis. Beras premium naik Rp57 menjadi Rp15.120 per kilogram atau 0,38 persen. Beras medium juga naik Rp57 menjadi Rp13.064 per kilogram atau 0,44 persen.
Harga gula kristal putih turun Rp36 menjadi Rp17.094 per kilogram atau berkurang 0,21 persen.
Pada komoditas daging, harga daging ayam kampung mencatat penurunan terbesar, yakni Rp4.254 per ekor. Harganya turun dari Rp69.831 menjadi Rp65.577 per ekor atau anjlok 6,09 persen.
Daging ayam ras juga turun Rp670 menjadi Rp39.137 per kilogram atau berkurang 1,68 persen. Sementara daging sapi paha belakang turun tipis Rp66 menjadi Rp129.997 per kilogram.
Untuk telur, harga telur ayam ras naik Rp132 menjadi Rp24.270 per kilogram atau meningkat 0,55 persen. Sebaliknya, telur ayam kampung turun Rp1.428 menjadi Rp44.458 per kilogram atau berkurang 3,11 persen.
Harga susu bubuk juga mengalami kenaikan. Susu bubuk merek Indomilk naik Rp1.194 menjadi Rp41.816 per kemasan 400 gram atau meningkat 2,94 persen. Susu bubuk merek Bendera naik Rp380 menjadi Rp42.189 atau 0,91 persen.
Di kelompok cabai, ketiga jenis yang dipantau mengalami kenaikan. Cabai merah keriting naik Rp187 menjadi Rp29.398 per kilogram, cabai merah besar naik Rp309 menjadi Rp27.606, dan cabai rawit merah naik Rp608 menjadi Rp54.245 per kilogram. Cabai merah besar dan cabai rawit merah sama-sama mencatat kenaikan 1,13 persen.
Harga bawang merah naik tipis Rp36 menjadi Rp27.179 per kilogram. Sementara bawang putih Sinco/Honan relatif stabil di Rp29.845 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada kacang-kacangan. Harga kacang tanah naik Rp1.252 menjadi Rp39.092 per kilogram atau meningkat 3,31 persen. Kacang hijau naik Rp617 menjadi Rp27.610 per kilogram atau 2,29 persen.
Di kelompok sayuran, harga wortel naik paling tinggi, yakni Rp636 menjadi Rp15.534 per kilogram atau meningkat 4,27 persen. Kentang naik Rp500 menjadi Rp16.219 per kilogram atau 3,18 persen.
Sementara buncis turun Rp334 menjadi Rp14.021 per kilogram atau berkurang 2,33 persen. Kol/kubis turun Rp125 menjadi Rp7.585 per kilogram dan tomat merah turun Rp59 menjadi Rp6.273 per kilogram.
Harga ikan segar juga bergerak cukup signifikan. Ikan tuna naik Rp1.936 menjadi Rp42.988 per kilogram atau meningkat 4,72 persen. Ikan cakalang naik Rp1.217 menjadi Rp37.197 per kilogram atau 3,38 persen.
Ikan kembung naik Rp366 menjadi Rp36.536 per kilogram dan ikan tongkol naik Rp320 menjadi Rp35.333 per kilogram. Sementara ikan bandeng turun Rp589 menjadi Rp34.213 per kilogram.
Untuk kebutuhan konstruksi, harga papan meranti mengalami kenaikan cukup besar, yakni Rp13.560 menjadi Rp121.250 per lembar atau naik 12,59 persen. Triplek 6 mm juga naik Rp751 menjadi Rp77.413 per lembar.
Sebaliknya, kayu balok meranti turun Rp2.244 menjadi Rp98.116 per batang. Harga besi beton juga seluruhnya mengalami penurunan, dengan besi beton 8 mm turun Rp1.529 menjadi Rp46.972 per batang atau berkurang 3,15 persen.
Harga semen mengalami kenaikan pada hampir seluruh merek yang dipantau. Semen Bosowa mencatat kenaikan terbesar sebesar Rp3.395 menjadi Rp51.625 per sak 40 kilogram atau naik 7,04 persen. Semen Padang naik Rp1.364 menjadi Rp50.333, sedangkan Semen Tonasa naik Rp493 menjadi Rp49.000.
Semen Tiga Roda naik Rp836 menjadi Rp53.250 dan Semen Gresik naik Rp401 menjadi Rp57.288 per sak. Sementara Semen Dynamix justru turun Rp118 menjadi Rp49.600.
Harga gas Elpiji 3 kilogram juga naik Rp403 menjadi Rp20.255 per kilogram atau meningkat 2,03 persen.
Untuk pupuk non-subsidi, mayoritas mengalami penurunan. Pupuk KCL turun Rp1.115 menjadi Rp9.513 per kilogram atau anjlok 10,49 persen. Pupuk urea turun Rp715 menjadi Rp8.039 atau berkurang 8,16 persen.
Pupuk NPK turun Rp682 menjadi Rp13.354 per kilogram atau 4,86 persen, sedangkan pupuk SP 35 turun Rp358 menjadi Rp7.442 atau 4,60 persen. Hanya pupuk ZA yang naik Rp43 menjadi Rp6.757 per kilogram.
Secara umum, harga sembako Jawa Timur pada 29 Agustus 2026 menunjukkan pergerakan cukup beragam. Kenaikan paling menonjol pada komoditas pangan terjadi pada garam beryodium jenis bata sebesar 10,57 persen, disusul garam halus 5,95 persen. Sementara penurunan terbesar terjadi pada daging ayam kampung yang mencapai 6,09 persen.
Data tersebut merupakan harga rata-rata bahan pokok di tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur berdasarkan pemantauan hingga pukul 08.39 WIB pada 29 Agustus 2026.









