SURABAYA, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok tingkat konsumen di Provinsi Jawa Timur mengalami pergerakan pada Rabu (17/6/2026). Berdasarkan data harga rata-rata provinsi, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, sementara beberapa komoditas lain tercatat mengalami penurunan.
Pergerakan paling terlihat terjadi pada komoditas cabai yang mengalami penurunan harga. Harga cabai merah besar turun paling signifikan sebesar Rp1.740 per kilogram atau minus 4,03 persen, dari sebelumnya Rp43.172 menjadi Rp41.433 per kilogram.
Selain itu, harga cabai merah keriting turun Rp481 per kilogram atau minus 1,19 persen menjadi Rp39.997 per kilogram. Sementara cabai rawit merah turun Rp643 per kilogram atau minus 1,07 persen menjadi Rp59.608 per kilogram.
Komoditas bawang merah juga mengalami penurunan. Harga bawang merah turun Rp259 per kilogram atau minus 0,59 persen, dari Rp43.803 menjadi Rp43.544 per kilogram.
Di sektor pangan utama, harga beras premium tercatat naik tipis Rp7 per kilogram menjadi Rp14.956 per kilogram. Sedangkan beras medium naik Rp21 per kilogram menjadi Rp12.971 per kilogram.
Harga gula kristal putih juga mengalami kenaikan Rp26 per kilogram atau 0,15 persen, menjadi Rp17.235 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah naik Rp128 per kilogram menjadi Rp20.581 per kilogram. Minyakita juga mengalami kenaikan Rp17 per liter menjadi Rp16.383 per liter. Sementara minyak goreng kemasan premium justru turun Rp41 per liter menjadi Rp21.574 per liter.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras naik Rp108 per kilogram menjadi Rp32.648 per kilogram. Sebaliknya, harga daging ayam kampung turun Rp297 per ekor menjadi Rp70.062.
Harga telur ayam ras mengalami penurunan Rp72 per kilogram menjadi Rp25.355 per kilogram. Sedangkan telur ayam kampung naik tipis Rp8 per kilogram menjadi Rp46.243.
Beberapa komoditas lain yang mengalami kenaikan cukup terlihat antara lain garam beryodium jenis bata yang naik Rp72 per buah atau 3,74 persen menjadi Rp1.999. Harga ikan asin teri naik Rp991 per kilogram atau 1,27 persen menjadi Rp78.958 per kilogram.
Sementara itu, harga sejumlah bahan kebutuhan rumah tangga dan pertanian juga mengalami perubahan. Kacang hijau naik Rp286 per kilogram menjadi Rp26.704, ketela pohon naik Rp60 menjadi Rp5.083 per kilogram, serta kacang tanah naik Rp126 menjadi Rp33.737 per kilogram.
Untuk sektor konstruksi, beberapa material mengalami kenaikan. Harga semen Gresik ukuran 40 kilogram naik Rp233 menjadi Rp57.199 per sak. Harga besi beton juga mengalami kenaikan, dengan besi beton 8 mm naik Rp393 menjadi Rp48.789 per batang dan besi beton 10 mm naik Rp317 menjadi Rp71.016 per batang.
Harga bahan bangunan lainnya justru cenderung turun. Triplek 6 mm turun Rp271 menjadi Rp76.627 per lembar, sementara kayu balok meranti turun Rp182 menjadi Rp100.345 per batang.
Di sektor pertanian, harga pupuk KCL non subsidi turun Rp190 per kilogram menjadi Rp10.431. Namun beberapa jenis pupuk lain mengalami kenaikan, seperti pupuk SP 35 non subsidi yang naik Rp112 menjadi Rp7.895 per kilogram.
Secara umum, pergerakan harga pangan di Jawa Timur pada 17 Juni 2026 relatif stabil dengan sejumlah komoditas mengalami perubahan tipis. Penurunan harga cabai menjadi salah satu faktor utama yang memberi dampak terhadap pergerakan harga pangan harian di tingkat konsumen.













