LENTERAINSPIRATIF.ID – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur pada Rabu (24/6/2026) masih didominasi tren penurunan. Komoditas cabai kembali mencatat koreksi harga cukup tajam, disusul telur ayam ras yang terus mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data rata-rata harga konsumen Jawa Timur, harga cabai rawit merah turun Rp1.893 per kilogram atau 3,99 persen, dari Rp47.403 menjadi Rp45.509 per kilogram. Penurunan ini menjadi yang terbesar di antara komoditas pangan utama yang dipantau.
Harga cabai merah besar juga turun Rp1.234 per kilogram atau 3,45 persen menjadi Rp34.495 per kilogram. Sementara cabai merah keriting turun Rp735 per kilogram atau 2,06 persen menjadi Rp34.925 per kilogram.
Selain cabai, harga bawang merah turut mengalami penurunan sebesar Rp466 per kilogram atau 1,13 persen menjadi Rp40.732 per kilogram. Tomat merah juga turun Rp98 per kilogram menjadi Rp11.170 per kilogram, sedangkan buncis turun Rp75 per kilogram menjadi Rp10.801 per kilogram.
Pada kelompok protein hewani, harga telur ayam ras kembali melemah sebesar Rp161 per kilogram atau 0,65 persen menjadi Rp24.788 per kilogram. Harga telur ayam kampung turun Rp83 per kilogram menjadi Rp46.153 per kilogram.
Sementara itu, harga daging ayam ras turun Rp114 per kilogram menjadi Rp32.290 per kilogram. Daging sapi paha belakang juga terkoreksi Rp110 per kilogram menjadi Rp125.376 per kilogram. Harga ayam kampung turun tipis Rp104 per ekor menjadi Rp70.414.
Di tengah dominasi penurunan harga pangan, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan premium naik Rp141 per liter atau 0,65 persen menjadi Rp21.781 per liter. Harga kubis naik Rp81 per kilogram menjadi Rp9.184 per kilogram, sedangkan wortel naik Rp65 per kilogram menjadi Rp15.011 per kilogram.
Untuk bahan pokok utama, harga beras premium stabil di angka Rp14.961 per kilogram. Beras medium turun tipis menjadi Rp12.939 per kilogram, sementara gula kristal putih naik Rp5 per kilogram menjadi Rp17.206 per kilogram.
Secara umum, harga pangan di Jawa Timur masih menunjukkan tren penurunan pada komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang. Kondisi ini memberi ruang bagi stabilisasi harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen menjelang akhir Juni 2026.











