MOJOKERTO, Lenterainspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen di Provinsi Jawa Timur pada Jumat, 17 April 2026 terpantau mengalami fluktuasi. Beberapa komoditas utama seperti cabai, bawang, hingga daging ayam tercatat mengalami penurunan harga dibanding hari sebelumnya.
Berdasarkan data harga rata-rata konsumen Jawa Timur per pukul 09.55 WIB, harga cabai rawit merah turun cukup signifikan sebesar Rp1.430 per kilogram atau 2,48 persen, dari sebelumnya Rp57.757 menjadi Rp56.327 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada cabai merah besar yang turun Rp504 menjadi Rp34.928 per kilogram, serta cabai merah keriting yang justru sedikit naik Rp156 menjadi Rp34.156 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah turun Rp485 menjadi Rp34.749 per kilogram, sedangkan bawang putih sinco/honan turun Rp442 menjadi Rp29.894 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat turun Rp543 menjadi Rp34.854 per kilogram. Penurunan lebih tajam terjadi pada ayam kampung yang turun Rp2.646 per ekor, dari Rp70.893 menjadi Rp68.247.
Harga telur ayam ras juga turun tipis sebesar Rp66 menjadi Rp27.135 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan. Harga daging sapi paha belakang naik Rp260 menjadi Rp124.247 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada gas elpiji 3 kilogram yang naik Rp231 atau 1,16 persen, dari Rp19.942 menjadi Rp20.174.
Untuk komoditas minyak goreng, harga Minyakita justru turun Rp275 menjadi Rp15.889 per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan premium naik Rp143 menjadi Rp21.191 per liter.
Harga beras premium turun tipis Rp20 menjadi Rp14.851 per kilogram, sementara beras medium juga turun Rp20 menjadi Rp12.896 per kilogram.
Pada sektor sayur mayur, sejumlah komoditas seperti kubis, kentang, wortel, dan buncis kompak mengalami penurunan harga.
Sementara itu, bahan bangunan seperti kayu balok meranti dan triplek mengalami kenaikan, sedangkan sebagian jenis besi beton justru turun.
Fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh distribusi pasokan, kondisi cuaca, serta permintaan pasar di sejumlah daerah di Jawa Timur.













