EkonomiJawa Timur

Harga Cabai Rawit di Jatim Tembus Rp63 Ribu per Kilogram

×

Harga Cabai Rawit di Jatim Tembus Rp63 Ribu per Kilogram

Sebarkan artikel ini

Surabaya – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur mengalami fluktuasi pada Jumat (9/5/2026). Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang kini menembus angka Rp63.605 per kilogram.

Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen, cabai rawit merah naik Rp790 atau 1,26 persen dibanding hari sebelumnya. Sementara cabai merah keriting juga mengalami kenaikan tipis menjadi Rp39.745 per kilogram.

Di sisi lain, cabai merah besar justru turun tipis Rp43 menjadi Rp42.494 per kilogram.

Komoditas beras relatif stabil. Beras premium bertahan di angka Rp14.885 per kilogram, sedangkan beras medium turun tipis menjadi Rp12.940 per kilogram.

Untuk minyak goreng, harga Minyakita turun Rp54 menjadi Rp16.247 per liter. Minyak goreng curah juga turun menjadi Rp20.471 per kilogram. Sebaliknya, minyak goreng kemasan premium naik tipis menjadi Rp21.526 per liter.

Harga daging cenderung melemah. Daging sapi paha belakang turun menjadi Rp123.971 per kilogram, sedangkan daging ayam ras turun menjadi Rp35.554 per kilogram. Namun daging ayam kampung naik tipis ke angka Rp70.526 per ekor.

Pada komoditas telur, telur ayam ras turun Rp49 menjadi Rp26.067 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada telur ayam kampung.

Sementara itu, bawang merah naik tipis menjadi Rp37.990 per kilogram dan bawang putih naik menjadi Rp29.750 per kilogram.

Di kelompok sayuran, buncis mengalami kenaikan cukup terasa sebesar Rp159 menjadi Rp12.689 per kilogram. Wortel juga naik menjadi Rp11.545 per kilogram. Sedangkan tomat merah turun tipis menjadi Rp12.163 per kilogram.

Harga ikan segar bervariasi. Ikan kembung dan ikan tuna mengalami kenaikan, masing-masing menjadi Rp35.931 dan Rp40.375 per kilogram. Sementara ikan bandeng dan cakalang mengalami penurunan tipis.

Pada sektor bahan bangunan, harga semen relatif stabil. Namun harga besi beton dan paku mengalami penurunan di hampir seluruh ukuran.

Untuk pupuk non subsidi, sebagian besar komoditas mengalami penurunan, terutama pupuk KCL yang turun Rp243 menjadi Rp10.379 per kilogram.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id