Surabaya – Pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur pada Minggu (3/5/2026) kembali menunjukkan fluktuasi. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama cabai rawit merah dan bawang, sementara minyak goreng serta beberapa bahan pangan lainnya justru mengalami penurunan.
Harga beras relatif stabil dengan kecenderungan naik tipis. Beras premium naik Rp1 menjadi Rp14.880 per kilogram, sedangkan beras medium naik Rp6 menjadi Rp12.945 per kilogram.
Sementara itu, harga gula kristal putih turun Rp9 menjadi Rp17.248 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada seluruh jenis minyak goreng. Minyak goreng curah turun Rp62 menjadi Rp20.385 per kilogram, minyak goreng kemasan premium turun Rp50 menjadi Rp21.401 per liter, minyak kemasan sederhana turun Rp42 menjadi Rp18.435 per liter, dan Minyakita turun Rp35 menjadi Rp16.266 per liter.
Di sektor protein hewani, harga daging sapi paha belakang turun Rp235 menjadi Rp124.033 per kilogram. Namun, harga daging ayam ras naik Rp161 menjadi Rp35.200 per kilogram, dan ayam kampung naik Rp206 menjadi Rp70.264 per ekor.
Harga telur justru mengalami penurunan. Telur ayam ras turun Rp60 menjadi Rp26.327 per kilogram, dan telur ayam kampung turun Rp134 menjadi Rp46.226 per kilogram.
Kenaikan signifikan terjadi pada komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah yang melonjak Rp1.521 menjadi Rp47.713 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting naik tipis Rp47 menjadi Rp36.597 per kilogram, sedangkan cabai merah besar turun Rp151 menjadi Rp40.029 per kilogram.
Untuk bumbu dapur lainnya, bawang merah naik Rp210 menjadi Rp36.368 per kilogram, dan bawang putih naik Rp72 menjadi Rp29.942 per kilogram.
Pada komoditas sayuran, harga cenderung bervariasi. Wortel naik Rp77 dan buncis naik Rp139 per kilogram, sementara kubis turun tipis Rp11 dan kentang relatif stabil.
Di luar bahan pangan, beberapa komoditas mengalami penurunan, seperti besi beton dan paku. Selain itu, harga pupuk juga cenderung turun, terutama pupuk KCL non subsidi yang turun Rp339 menjadi Rp10.283 per kilogram.
Secara umum, pergerakan harga pada awal Mei ini menunjukkan adanya tekanan pada komoditas cabai dan bumbu dapur, sementara bahan pangan lain seperti minyak goreng dan telur mengalami penurunan. Kondisi ini masih dipengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar.













