JEMBER, LenteraInspiratif.id – Sebanyak 60 perkara kriminal berhasil dituntaskan Polres Jember Polda Jawa Timur sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Capaian tersebut merupakan hasil penanganan dari total 75 laporan perkara yang masuk selama periode tersebut.
Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan capaian itu dalam konferensi pers di Mapolres Jember, Selasa (1/9/2026).
Beragam kasus ditangani polisi, mulai dari pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian biasa, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penganiayaan, pengeroyokan, pemerasan, penggelapan, penipuan, pengrusakan hingga kepemilikan senjata tajam.
Kasus penganiayaan menjadi perkara yang paling banyak dilaporkan. Tercatat ada 32 kasus, dengan 28 di antaranya telah berhasil diselesaikan.
Selanjutnya, pencurian biasa tercatat sebanyak sembilan perkara dan tujuh kasus telah dituntaskan. Sementara kasus curanmor mencapai delapan perkara, dengan lima di antaranya berhasil diungkap.
Dalam pengungkapan kasus curanmor, polisi mengamankan 12 tersangka yang berkaitan dengan lima perkara. Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita empat sepeda motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan, 12 sepeda motor hasil curian serta tiga kunci T/L.
Untuk kasus curat, polisi mengungkap tiga perkara sekaligus mengamankan tiga tersangka. Barang bukti yang diamankan antara lain dua sepeda motor, satu senjata tajam, rekaman CCTV dan sejumlah barang bukti pendukung lainnya.
Menariknya, selama dua bulan tersebut tidak ditemukan adanya laporan kasus pencurian dengan kekerasan (curas).
Kapolres Jember menegaskan, setiap laporan masyarakat menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan hingga proses hukum terhadap pelaku.
“Kami tidak hanya menerima laporan, tetapi setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti. Kami melakukan penyelidikan dan penyidikan sampai perkara tersebut dapat diungkap serta pelakunya diamankan dan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Alaiddin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran personel yang bekerja di lapangan serta masyarakat yang turut memberikan informasi. Menurutnya, peran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membantu kepolisian mengungkap berbagai tindak pidana di wilayah Jember.













