EkonomiJawa Timur

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp50 Ribu, Minyak Goreng Curah Ikut Naik di Jatim

×

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp50 Ribu, Minyak Goreng Curah Ikut Naik di Jatim

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pasar

Lenterainspiratif.id | Surabaya – Harga cabai rawit merah menjadi sorotan dalam pemantauan bahan pokok di Jawa Timur, Senin (24/8/2026). Dalam sehari, komoditas tersebut mengalami kenaikan cukup tajam hingga 4,72 persen dan kini menembus kisaran Rp50 ribu per kilogram.

 

Kenaikan cabai rawit merah terjadi ketika dua jenis cabai lainnya justru bergerak berlawanan. Harga cabai merah keriting turun 1,29 persen, sementara cabai merah besar merosot lebih dalam hingga 3,86 persen. Kondisi ini membuat pergerakan harga cabai di pasar Jawa Timur cukup beragam.

 

Selain cabai, kenaikan terlihat pada minyak goreng curah. Harganya naik 1,08 persen menjadi sekitar Rp20,5 ribu per kilogram. Minyak goreng kemasan sederhana juga bergerak naik, sedangkan Minyakita justru turun sekitar 0,62 persen dan berada di kisaran Rp16 ribu per liter.

 

Dari kelompok protein hewani, harga telur ayam ras mengalami kenaikan hampir satu persen. Rata-rata harganya kini berada di kisaran Rp23,5 ribu per kilogram. Daging sapi juga naik tipis, sementara daging ayam ras relatif stabil.

 

Berbeda dengan itu, harga ayam kampung justru mengalami penurunan cukup besar. Komoditas tersebut turun sekitar 2,18 persen dan kini berada di kisaran Rp68,3 ribu per ekor.

 

Perubahan cukup terasa juga terjadi pada komoditas sayuran. Harga buncis turun 5,57 persen, menjadi salah satu penurunan terbesar dalam kelompok pangan hari ini. Wortel juga turun lebih dari dua persen, sedangkan kol mengalami penurunan hampir satu persen.

 

Harga kentang dan tomat justru sedikit meningkat. Sementara itu, bawang merah naik tipis sekitar 0,64 persen, sedangkan bawang putih turun 0,44 persen.

 

Untuk beras, pergerakannya relatif landai. Beras premium naik tipis menjadi sekitar Rp15,1 ribu per kilogram, sementara beras medium turun sekitar 0,11 persen dan berada sedikit di bawah Rp13 ribu per kilogram.

 

Harga gula kristal putih juga mengalami penurunan tipis. Di sisi lain, harga ikan asin teri naik cukup terasa hingga 1,55 persen. Pada kelompok ikan segar, harga tongkol naik tipis, sementara kembung, tuna, dan cakalang mengalami penurunan.

 

Pergerakan harga juga terjadi pada sejumlah bahan bangunan. Papan meranti naik hampir dua persen, sedangkan triplek dan beberapa ukuran besi beton mengalami penurunan. Harga semen juga bergerak beragam, dengan penurunan terbesar terjadi pada semen Tonasa.

 

Secara keseluruhan, harga kebutuhan masyarakat di Jawa Timur masih bergerak dinamis. Cabai rawit merah menjadi perhatian utama karena kenaikannya cukup tajam, sementara sejumlah sayuran seperti buncis dan wortel justru mengalami penurunan.

 

Data tersebut merupakan harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen berdasarkan pemantauan Senin (24/8/2026) pukul 10.06 WIB.

 

Sumber: Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Provinsi Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id