SURABAYA – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur pada Kamis, 27 Agustus 2026, kembali mengalami pergerakan beragam. Kenaikan cukup terlihat pada minyak goreng kemasan sederhana, telur ayam, serta cabai rawit merah, sementara sejumlah komoditas daging dan sayuran justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur yang tercatat pukul 09.56 WIB, minyak goreng kemasan sederhana naik Rp187 menjadi Rp18.945 per liter atau meningkat 1 persen. Minyak goreng curah juga naik Rp116 menjadi Rp20.410 per kilogram atau 0,57 persen.
Harga minyak goreng kemasan premium relatif stabil dengan kenaikan Rp2 menjadi Rp21.866 per liter. Sementara harga Minyakita justru turun Rp14 menjadi Rp16.138 per liter.
Pada komoditas cabai, harga cabai rawit merah kembali naik Rp608 menjadi Rp52.196 per kilogram atau meningkat 1,18 persen. Sebaliknya, cabai merah besar turun Rp239 menjadi Rp27.844 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting turun tipis Rp20 menjadi Rp29.469 per kilogram.
Harga beras bergerak naik tipis. Beras premium naik Rp12 menjadi Rp15.072 per kilogram, sedangkan beras medium naik Rp1 menjadi Rp13.012 per kilogram. Gula kristal putih juga naik Rp28 menjadi Rp17.151 per kilogram.
Pergerakan harga daging justru menunjukkan penurunan. Daging ayam kampung turun paling besar, yakni Rp1.447 menjadi Rp68.384 per ekor atau berkurang 2,07 persen. Daging sapi paha belakang turun Rp250 menjadi Rp129.725 per kilogram, sementara daging ayam ras turun Rp236 menjadi Rp39.600 per kilogram.
Berbeda dengan daging, harga telur mengalami kenaikan. Telur ayam ras naik Rp193 menjadi Rp23.977 per kilogram atau meningkat 0,81 persen. Telur ayam kampung juga naik Rp304 menjadi Rp46.178 per kilogram atau bertambah 0,66 persen.
Untuk komoditas bawang, harga bawang merah turun Rp48 menjadi Rp27.183 per kilogram. Sementara bawang putih Sinco/Honan naik tipis Rp33 menjadi Rp29.766 per kilogram.
Harga jagung pipilan kering naik Rp107 menjadi Rp8.002 per kilogram atau meningkat 1,35 persen. Kedelai impor naik Rp52 menjadi Rp12.662 per kilogram, sedangkan kedelai lokal naik Rp90 menjadi Rp13.275 per kilogram.
Di kelompok sayuran, seluruh komoditas yang dipantau mengalami penurunan. Harga buncis turun Rp285 menjadi Rp14.053 per kilogram atau berkurang 1,99 persen. Wortel turun Rp283 menjadi Rp14.674 per kilogram atau 1,89 persen.
Kentang turun Rp116 menjadi Rp15.619 per kilogram, tomat merah turun Rp32 menjadi Rp6.305 per kilogram, sedangkan kol/kubis turun Rp13 menjadi Rp7.732 per kilogram.
Harga ikan segar bergerak beragam. Ikan tongkol naik Rp409 menjadi Rp35.480 per kilogram atau meningkat 1,17 persen. Sementara ikan kembung turun Rp378 menjadi Rp35.699 per kilogram, ikan bandeng turun Rp234 menjadi Rp34.585, ikan tuna turun Rp178 menjadi Rp40.790, dan ikan cakalang turun Rp117 menjadi Rp35.750 per kilogram.
Pada komoditas bahan bangunan, kayu balok meranti naik Rp2.446 menjadi Rp102.806 per batang atau meningkat 2,44 persen. Papan meranti naik Rp884 menjadi Rp108.574 per lembar.
Harga besi beton 8 mm naik Rp466 menjadi Rp48.967 per batang atau 0,96 persen. Besi beton 6 mm naik Rp225 menjadi Rp30.972. Sementara besi beton 10 mm dan 12 mm masing-masing turun Rp47 dan Rp166 per batang.
Harga semen juga bergerak beragam. Semen Dynamix naik Rp476 menjadi Rp50.194 per sak 40 kilogram atau meningkat 0,96 persen. Semen Tonasa naik Rp377 menjadi Rp48.883, sedangkan Semen Padang naik Rp253 menjadi Rp49.222.
Harga Semen Tiga Roda turun Rp380 menjadi Rp52.034 per sak. Semen Gresik dan Semen Bosowa masing-masing naik tipis Rp52 dan Rp37.
Untuk pupuk non-subsidi, harga KCL turun Rp469 menjadi Rp10.159 per kilogram atau berkurang 4,41 persen. Pupuk urea turun Rp153 menjadi Rp8.601 per kilogram.
Sebaliknya, pupuk SP 35 naik Rp113 menjadi Rp7.913 per kilogram, NPK naik Rp113 menjadi Rp14.150, dan pupuk ZA naik Rp91 menjadi Rp6.805 per kilogram.
Harga gas Elpiji 3 kilogram juga naik tipis Rp39 menjadi Rp19.900 per kilogram. Sementara harga berbagai jenis paku bergerak tipis, dengan paku ukuran 2 cm mencatat kenaikan Rp63 dan paku ukuran 5 cm turun Rp57 per kilogram.
Secara umum, harga sembako Jawa Timur pada 27 Agustus 2026 bergerak relatif terkendali. Perubahan paling menonjol pada komoditas pangan terjadi pada minyak goreng kemasan sederhana yang naik 1 persen, sedangkan di kelompok cabai, harga cabai rawit merah masih mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat melonjak cukup tinggi.
Data tersebut merupakan harga rata-rata bahan pokok di tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur berdasarkan pemantauan hingga pukul 09.56 WIB pada 27 Agustus 2026.












