Jawa Timur, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen di Jawa Timur mengalami pergerakan beragam pada Senin (17/8/2026). Berdasarkan data harga rata-rata provinsi yang diperbarui pukul 12.13 WIB, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya turun.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada harga daging ayam ras. Harga komoditas tersebut naik Rp343 per kilogram, dari sebelumnya Rp37.367 menjadi Rp37.710 per kilogram atau meningkat 0,92 persen.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah yang kini berada di angka Rp46.338 per kilogram. Harga tersebut naik Rp345 atau 0,75 persen dibandingkan harga sebelumnya Rp45.992 per kilogram.
Komoditas ikan juga menunjukkan kecenderungan meningkat. Harga ikan tuna naik Rp326 menjadi Rp41.432 per kilogram, sedangkan ikan tongkol naik Rp68 menjadi Rp35.191 per kilogram dan ikan cakalang naik Rp137 menjadi Rp35.839 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah menjadi salah satu yang mengalami kenaikan cukup besar, yakni Rp85 per kilogram dari Rp20.242 menjadi Rp20.327. Minyak goreng kemasan sederhana juga naik Rp51 menjadi Rp18.787 per liter.
Harga beras turut mengalami kenaikan tipis. Beras premium naik Rp7 menjadi Rp15.051 per kilogram, sedangkan beras medium naik Rp17 menjadi Rp13.013 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai merah besar turun Rp473 atau 1,37 persen menjadi Rp34.077 per kilogram. Cabai merah keriting turun Rp419 menjadi Rp33.497 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang kini berada di level Rp27.514 per kilogram, turun Rp364 atau 1,31 persen. Bawang putih turun Rp102 menjadi Rp29.819 per kilogram.
Harga telur ayam kampung mengalami penurunan Rp262 menjadi Rp45.560 per kilogram atau turun 0,57 persen. Telur ayam ras juga turun Rp30 menjadi Rp23.577 per kilogram.
Pada komoditas pupuk, harga pupuk ZA non subsidi justru mencatat kenaikan persentase terbesar dalam data hari ini, yakni 2,27 persen. Harganya naik Rp151 menjadi Rp6.830 per kilogram.
Sebaliknya, pupuk NPK non subsidi turun Rp301 atau 2,14 persen menjadi Rp13.765 per kilogram. Pupuk Urea non subsidi juga turun Rp148 menjadi Rp8.590 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, perubahan harga relatif tipis. Harga gula kristal putih turun Rp6 menjadi Rp17.111 per kilogram, sementara gas LPG 3 kilogram naik Rp14 menjadi Rp19.862 per kilogram.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan kondisi harga pangan dan kebutuhan masyarakat di Jawa Timur masih cukup dinamis. Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan harga sebelum melakukan pembelian, terutama pada komoditas yang mengalami perubahan cukup signifikan.













