EkonomiJawa Timur

Harga Sembako Jatim Hari Ini 12 Agustus 2026, Ayam Naik dan Telur Turun

×

Harga Sembako Jatim Hari Ini 12 Agustus 2026, Ayam Naik dan Telur Turun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pasar

Surabaya – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali bergerak pada Rabu (12/8/2026). Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen, kenaikan paling terlihat terjadi pada daging ayam ras, sementara harga telur ayam dan beberapa komoditas bumbu dapur justru mengalami penurunan.

 

Daging ayam ras tercatat naik Rp429 per kilogram dari Rp36.014 menjadi Rp36.443. Kenaikan tersebut setara 1,19 persen dibandingkan harga sehari sebelumnya.

 

Di sisi lain, harga telur bergerak turun. Telur ayam ras turun Rp154 menjadi Rp23.612 per kilogram atau berkurang 0,65 persen. Penurunan lebih besar terjadi pada telur ayam kampung yang anjlok Rp374 dari Rp45.834 menjadi Rp45.460 per kilogram.

 

Pergerakan berbeda juga terjadi pada kelompok cabai. Harga cabai rawit merah naik Rp104 menjadi Rp45.677 per kilogram. Sebaliknya, cabai merah keriting turun Rp114 menjadi Rp35.208 dan cabai merah besar turun Rp106 menjadi Rp35.366 per kilogram.

 

Harga bawang justru kompak mengalami penurunan. Bawang merah turun Rp245 menjadi Rp28.172 per kilogram, sedangkan bawang putih Sinco/Honan berkurang Rp156 menjadi Rp29.848 per kilogram.

 

Pada komoditas sayuran, perubahan harga cukup beragam. Tomat merah menjadi komoditas yang mengalami penurunan paling besar, yakni Rp169 atau 2,78 persen, dari Rp6.091 menjadi Rp5.922 per kilogram.

 

Sementara itu, harga wortel naik Rp162 menjadi Rp15.354 per kilogram dan kol/kubis meningkat Rp104 menjadi Rp7.964 per kilogram. Harga kentang relatif stabil dengan kenaikan hanya Rp2 menjadi Rp15.753 per kilogram.

 

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras premium naik tipis Rp7 menjadi Rp15.044 per kilogram. Beras medium juga meningkat Rp15 menjadi Rp13.016 per kilogram. Gula kristal putih naik Rp16 menjadi Rp17.143 per kilogram.

 

Kelompok minyak goreng turut mengalami kenaikan. Minyak goreng curah naik Rp73 menjadi Rp20.326 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium naik Rp33 menjadi Rp21.834 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana naik Rp45 menjadi Rp18.781 per liter. Harga MinyaKita meningkat Rp20 menjadi Rp16.163 per liter.

 

Harga ikan segar cenderung melemah. Ikan kembung turun paling besar, yakni Rp629 menjadi Rp35.590 per kilogram. Ikan bandeng turun Rp202 menjadi Rp34.406, ikan cakalang turun Rp210 menjadi Rp35.443, dan tongkol turun Rp47 menjadi Rp34.909 per kilogram. Sementara harga tuna naik Rp91 menjadi Rp41.121 per kilogram.

 

Pergerakan juga terjadi pada komoditas pupuk. Pupuk ZA non subsidi mencatat kenaikan tertinggi sebesar Rp413 atau 6,19 persen, dari Rp6.679 menjadi Rp7.092 per kilogram. Pupuk SP 35 naik Rp212 menjadi Rp8.007 per kilogram, sedangkan pupuk KCL meningkat Rp206 menjadi Rp10.834 per kilogram.

 

Sebaliknya, harga pupuk Urea non subsidi turun Rp103 menjadi Rp8.636 per kilogram.

 

Untuk bahan bangunan, harga besi beton cenderung naik. Besi beton 6 mm meningkat Rp140 menjadi Rp30.870 per batang, ukuran 8 mm naik Rp153 menjadi Rp48.582, ukuran 10 mm naik Rp183 menjadi Rp70.988, sedangkan ukuran 12 mm naik Rp210 menjadi Rp100.628 per batang.

 

Data tersebut menunjukkan harga kebutuhan masyarakat di Jawa Timur masih bergerak dinamis. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, tetapi beberapa bahan pangan seperti telur, bawang, tomat, ikan dan sebagian jenis cabai justru mengalami penurunan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id