MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id— Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur mengalami perubahan pada Senin (21/9/2026). Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur per pukul 11.22 WIB, kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting dan tomat merah.
Harga cabai merah keriting naik Rp1.414 per kilogram, dari Rp37.803 menjadi Rp39.217 per kilogram atau 3,74 persen.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit merah. Harganya naik Rp353 menjadi Rp63.880 per kilogram atau 0,56 persen. Sementara cabai merah besar naik tipis Rp63 menjadi Rp25.897 per kilogram atau 0,25 persen.
Pada kelompok sayuran, harga tomat merah mengalami kenaikan paling tinggi secara persentase. Harganya naik Rp333 menjadi Rp7.203 per kilogram atau 4,85 persen.
Harga kol/kubis juga naik Rp135 menjadi Rp8.115 per kilogram atau 1,69 persen. Sebaliknya, harga buncis turun Rp186 menjadi Rp14.619 per kilogram atau 1,26 persen. Kentang turun tipis Rp18 menjadi Rp15.670 per kilogram, sedangkan wortel turun Rp66 menjadi Rp14.542 per kilogram.
Untuk beras, harga premium turun tipis Rp2 menjadi Rp15.106 per kilogram atau 0,01 persen. Beras medium justru naik Rp6 menjadi Rp13.023 per kilogram atau 0,05 persen.
Harga gula kristal putih naik Rp9 menjadi Rp17.292 per kilogram atau 0,05 persen.
Sementara itu, harga minyak goreng relatif stabil. Minyak goreng curah tetap Rp20.468 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp22.017 per liter, dan minyak goreng kemasan sederhana Rp18.857 per liter.
Harga MINYAKITA turun tipis Rp2 menjadi Rp16.082 per liter atau 0,01 persen.
Pada kelompok daging, harga daging sapi paha belakang naik Rp391 menjadi Rp132.275 per kilogram atau 0,30 persen. Daging ayam kampung naik Rp45 menjadi Rp69.630 per ekor atau 0,06 persen.
Sebaliknya, daging ayam ras turun Rp54 menjadi Rp39.098 per kilogram atau 0,14 persen. Harga telur ayam ras naik tipis Rp6 menjadi Rp24.941 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung tidak mengalami perubahan dan tetap Rp45.646 per kilogram.
Harga bawang merah naik Rp34 menjadi Rp26.077 per kilogram atau 0,13 persen. Bawang putih Sinco/Honan juga naik Rp53 menjadi Rp28.964 per kilogram atau 0,18 persen.
Kacang hijau naik Rp86 menjadi Rp27.121 per kilogram atau 0,32 persen, sementara kacang tanah naik Rp75 menjadi Rp39.130 per kilogram atau 0,19 persen.
Di kelompok ikan segar, seluruh komoditas yang tercatat mengalami penurunan tipis. Harga ikan bandeng turun Rp88 menjadi Rp35.170 per kilogram atau 0,25 persen. Ikan kembung turun Rp113 menjadi Rp36.187 per kilogram atau 0,31 persen.
Ikan tuna turun Rp16 menjadi Rp41.075 per kilogram, ikan tongkol turun Rp41 menjadi Rp35.250 per kilogram, dan ikan cakalang turun Rp30 menjadi Rp35.830 per kilogram.
Harga sejumlah komoditas bahan bangunan juga relatif stabil. Seluruh jenis semen yang tercatat tidak mengalami perubahan, begitu pula kayu balok meranti, papan meranti, dan triplek 6 mm.
Harga besi beton juga cenderung stabil. Besi beton 6 mm tetap Rp30.713 per batang. Besi beton 8 mm turun tipis Rp13 menjadi Rp48.548, ukuran 10 mm naik Rp7 menjadi Rp70.854, sedangkan ukuran 12 mm turun Rp20 menjadi Rp100.454 per batang.
Harga seluruh ukuran paku yang tercatat juga tidak mengalami perubahan. Gas Elpiji 3 kilogram tetap Rp19.845.
Pada kelompok pupuk, KCL non subsidi naik Rp67 menjadi Rp10.695 per kilogram atau 0,63 persen. Pupuk NPK turun tipis Rp8 menjadi Rp14.034 per kilogram, sedangkan pupuk Urea turun Rp3 menjadi Rp8.752 per kilogram.
Harga pupuk SP 35 dan ZA non subsidi masing-masing tetap Rp7.799 dan Rp6.711 per kilogram.
Data tersebut menunjukkan pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur pada 21 September 2026 relatif beragam. Kenaikan paling menonjol terjadi pada tomat merah sebesar 4,85 persen dan cabai merah keriting sebesar 3,74 persen, sementara sejumlah komoditas lainnya relatif stabil.












