BeritaJawa Timur

Pemkot Mojokerto Pastikan Penanganan Mbah Rofii Tetap Berjalan

×

Pemkot Mojokerto Pastikan Penanganan Mbah Rofii Tetap Berjalan

Sebarkan artikel ini
Pemkot Mojokerto Pastikan Penanganan Mbah Rofii Tetap Berjalan

LENTERAINSPIRATIF.ID, MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto memastikan pendampingan terhadap Mbah Rofii, warga Kelurahan Kauman yang mengalami tumor pada wajah, terus dilakukan. Pemerintah bersama kelurahan dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) berupaya mencari bentuk penanganan yang paling sesuai dengan kondisi Mbah Rofii.

 

Lurah Kauman Akbar Ramadlan Nursulthan mengatakan, pemerintah kelurahan terbuka untuk membantu keluarga Mbah Rofii. Sebelumnya, keluarga datang ke Kelurahan Kauman pada Selasa (11/8/2026) untuk meminta fasilitasi mediasi terkait persoalan keluarga.

 

“Kelurahan tidak pernah mengatakan tidak bisa membantu. Saat keluarga datang, yang diminta adalah mediasi terkait persoalan keluarga. Kami kemudian menyiapkan proses mediasi,” ujar Akbar.

 

Mediasi kemudian dijadwalkan pada Rabu (12/8). Namun, keluarga tidak hadir sehingga proses tersebut belum dapat dilaksanakan.

 

Di sisi lain, Pemkot Mojokerto juga terus melihat alternatif penanganan yang dapat diberikan kepada Mbah Rofii. Salah satunya melalui Rumah Peduli Lansia (RPL) Tribuana Tungga Dewi.

 

Kepala DinsosP3A Kota Mojokerto Farida Mariana menjelaskan, saat ini kapasitas RPL Tribuana Tungga Dewi sedang penuh. Karena itu, pemerintah perlu melakukan asesmen terlebih dahulu untuk menentukan langkah terbaik.

 

“RPL Tribuana Tungga Dewi saat ini penuh. Karena itu, bukan berarti pemerintah tidak mau menangani, tetapi kami tetap melihat kondisi dan kebutuhan Pak Rofii untuk menentukan bentuk penanganan yang paling sesuai,” jelas Farida.

 

Menurut Farida, perhatian pemerintah terhadap Mbah Rofii selama ini juga telah diwujudkan melalui berbagai program perlindungan sosial.

 

Mbah Rofii tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sejak tahap keempat 2025. Ia juga menerima bantuan sembako sejak tahap keempat 2024 dan masuk dalam desil 1 sejak Januari 2025.

 

Pemkot Mojokerto turut membantu kebutuhan administrasi kependudukan Mbah Rofii, termasuk proses pengurusan KTP baru. Fasilitasi tersebut dilakukan karena saat pendataan Perlinsos, sistem tidak dapat mendeteksi wajah yang bersangkutan.

 

Pemkot juga sebelumnya telah menawarkan penempatan Mbah Rofii di RPL Tribuana Tungga Dewi. Namun, saat itu Mbah Rofii belum bersedia untuk pindah ke fasilitas tersebut.

 

“Pelayanan kepada Mbah Rofii selama ini tetap berjalan, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun fasilitasi administrasi kependudukan. Untuk penanganan lebih lanjut, kami tetap melakukan asesmen sesuai kondisi dan kebutuhan beliau,” kata Farida.

 

Pada Kamis (13/8), Mbah Rofii kemudian dibawa keluarga ke sebuah RPL di Malang menggunakan ambulans dengan bantuan pihak lain.

 

Pemkot Mojokerto menegaskan bahwa penanganan warga yang membutuhkan perlindungan sosial memiliki banyak bentuk. Penempatan di panti atau RPL bukan satu-satunya pilihan karena setiap warga memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda.

 

Karena itu, pemerintah akan mempertimbangkan hasil asesmen, kondisi warga, kebutuhan layanan, serta ketersediaan fasilitas sebelum menentukan bentuk pendampingan.

 

Pemkot Mojokerto juga mengajak keluarga dan masyarakat untuk terus membangun komunikasi dengan pemerintah kelurahan maupun perangkat daerah terkait. Dengan koordinasi yang baik, kebutuhan warga diharapkan dapat segera diidentifikasi dan mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Pemerintah Kota Mojokerto memastikan upaya pendampingan terhadap Mbah Rofii akan terus dilakukan sesuai kewenangan dan kemampuan layanan yang tersedia. (Roe/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id