BeritaJawa Timur

Harga Sembako Jatim 11 Juni 2026: Pupuk dan Bahan Bangunan Naik, Sejumlah Pangan Justru Turun

×

Harga Sembako Jatim 11 Juni 2026: Pupuk dan Bahan Bangunan Naik, Sejumlah Pangan Justru Turun

Sebarkan artikel ini
Pedagang pasar tanjung anyar

Lenterainspiratif.id | Jawa Timur – Harga rata rata bahan pokok di tingkat konsumen di Provinsi Jawa Timur pada 11 Juni 2026 menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama pada sektor pupuk dan bahan bangunan, sementara beberapa bahan pangan justru tercatat mengalami penurunan harga.

Berdasarkan data harga harian, kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas pupuk SP 35 non subsidi yang melonjak hingga 15,20 persen atau naik sebesar Rp1.183. Disusul pupuk ZA non subsidi yang juga mengalami kenaikan sebesar 5 persen.

Di sektor bahan bangunan, harga papan meranti turut mengalami kenaikan signifikan sebesar 6,87 persen atau naik sekitar Rp7.201 per unit. Selain itu, sejumlah material lain seperti semen, triplek, serta besi beton juga tercatat mengalami fluktuasi, meski dalam kisaran yang lebih terbatas.

Untuk sektor pangan, beberapa komoditas menunjukkan kenaikan ringan seperti beras premium yang naik tipis 0,49 persen, serta minyak goreng kemasan premium yang naik 1,24 persen. Kedelai impor juga tercatat mengalami kenaikan hampir 3 persen.

Namun demikian, sejumlah komoditas pangan penting justru mengalami penurunan harga. Di antaranya telur ayam kampung yang turun 4,57 persen, wortel turun 3,88 persen, serta cabai merah keriting yang turun 3,23 persen. Penurunan juga terjadi pada beberapa jenis ikan seperti ikan cakalang dan bandeng.

Sementara itu, komoditas lain seperti gula pasir dan bawang merah relatif stabil dengan perubahan harga yang tidak signifikan.

Secara keseluruhan, pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur menunjukkan pola fluktuatif, di mana tekanan kenaikan lebih dominan pada sektor non-pangan, sementara harga pangan utama cenderung stabil bahkan sebagian mengalami penurunan.

Kondisi ini dinilai dapat memberikan sedikit ruang peredaan tekanan inflasi pangan dalam jangka pendek, meskipun fluktuasi tetap perlu diwaspadai terutama pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan cabai. (*) :::

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id