Surabaya, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur tercatat mengalami pergerakan beragam pada Senin (9/6/2026). Komoditas cabai rawit merah menjadi salah satu yang mengalami kenaikan tertinggi, sementara sejumlah komoditas protein seperti daging ayam dan telur justru mengalami penurunan.
Berdasarkan data rata-rata harga bahan pokok di Jawa Timur, cabai rawit merah naik Rp1.507 atau 2,40 persen menjadi Rp64.295 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai keriting yang naik Rp309 menjadi Rp47.612 per kilogram.
Namun, cabai merah besar justru mengalami penurunan Rp483 atau 0,95 persen menjadi Rp50.259 per kilogram.
Di kelompok bahan pangan lain, harga bawang merah tercatat turun Rp1.047 atau 2,17 persen menjadi Rp47.286 per kilogram. Sementara bawang putih sedikit naik Rp95 menjadi Rp31.880 per kilogram.
Komoditas daging juga mengalami penurunan. Daging sapi paha belakang turun Rp1.101 menjadi Rp123.338 per kilogram, sedangkan daging ayam ras turun Rp735 atau 2,20 persen menjadi Rp32.711 per kilogram. Daging ayam kampung juga turun Rp1.196 menjadi Rp69.510 per ekor.
Penurunan juga terjadi pada telur ayam kampung yang anjlok Rp1.559 atau 3,37 persen menjadi Rp44.661 per kilogram. Telur ayam ras relatif stabil dengan penurunan tipis Rp17.
Di sektor minyak goreng, seluruh jenis mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan premium naik Rp236 menjadi Rp21.825 per liter, sementara Minyakita naik Rp97 menjadi Rp16.501 per liter.
Untuk komoditas sayur, buncis turun cukup dalam Rp319 atau 2,16 persen menjadi Rp14.449 per kilogram, sedangkan kentang naik tipis Rp69 menjadi Rp15.002 per kilogram.
Sementara itu, harga ikan segar bergerak variatif. Ikan tuna naik Rp1.256 atau 3,10 persen menjadi Rp41.719 per kilogram, sementara ikan bandeng dan kembung masing-masing turun sekitar 2–3 persen.
Di sektor non-pangan, harga semen, besi beton, dan paku cenderung melemah. Besi beton 10 mm turun Rp1.641 menjadi Rp68.941 per batang, sedangkan paku berbagai ukuran juga mengalami penurunan hingga hampir 2 persen.
Meski demikian, harga LPG 3 kilogram justru naik Rp261 atau 1,31 persen menjadi Rp20.156 per kilogram.
Secara umum, pergerakan harga menunjukkan tekanan inflasi yang masih bersumber dari komoditas cabai, minyak goreng, dan ikan tertentu, sementara protein hewani dan bahan bangunan cenderung mengalami koreksi harga.













