Harga Pupuk dan Bahan Bangunan
Pada kelompok pupuk, harga KCL non subsidi turun Rp205 atau 1,92 persen menjadi Rp10.423 per kilogram. Sebaliknya, pupuk NPK non subsidi naik Rp90 atau 0,66 persen menjadi Rp13.638 per kilogram.
Pupuk SP 35 tercatat naik Rp76 atau 0,98 persen menjadi Rp7.877 per kilogram. Pupuk Urea naik tipis Rp2 menjadi Rp8.466 per kilogram, sedangkan pupuk ZA naik Rp52 atau 0,81 persen menjadi Rp6.533 per kilogram.
Sementara itu, harga sejumlah bahan bangunan juga mengalami perubahan. Besi beton 8 mm naik Rp329 atau 0,68 persen menjadi Rp48.870 per batang. Besi beton 6 mm naik Rp163 atau 0,53 persen menjadi Rp30.876 per batang.
Untuk semen, harga Semen Dynamix tercatat naik Rp518 atau 1,04 persen menjadi Rp50.236 per sak ukuran 40 kilogram. Semen Gresik naik Rp235 atau 0,41 persen menjadi Rp57.122, sedangkan Semen Tiga Roda turun Rp374 atau 0,71 persen menjadi Rp52.040 per sak.
Dari keseluruhan data tersebut, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang paling mendapat perhatian karena harganya telah menembus Rp60 ribu per kilogram. Pergerakan harga komoditas pangan ini masih perlu dipantau seiring perubahan pasokan dan kondisi pasar di berbagai daerah Jawa Timur.
Sumber: siskaperbapo.jatimprov.go.id













