MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Aktivitas pembuangan limbah cair yang diduga berupa tetes tebu (molase) di area persawahan Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, memicu keluhan warga. Bau menyengat yang ditimbulkan disebut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pemilik warung makan yang berada di sekitar lokasi.
Limbah tersebut diduga didatangkan dari salah satu perusahaan di Kecamatan Gedeg. Dalam kurun waktu 1 hingga 3 Juli 2026, warga mencatat sedikitnya 13 truk tangki masuk ke lokasi dan membuang cairan ke lahan sawah seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.
Sri Utami (52), salah seorang warga yang memiliki warung makan di dekat lokasi, mengaku aroma menyengat mulai tercium sejak aktivitas pembuangan dilakukan. Menurutnya, kondisi itu berdampak langsung terhadap kenyamanan pelanggan dan aktivitas usaha.
“Sudah kami ingatkan agar tidak membuang di lahan itu lagi. Dari keterangan pemilik lahan sawah katanya untuk mematikan rumput, tetapi kok masih mendatangkan banyak truk tangki lagi. Padahal sebelumnya sudah bilang tidak akan mendatangkan lagi,” ujar Sri, Jumat (3/7/2026).
Ia menuturkan, bau menyengat tidak hanya dirasakan di warung miliknya, tetapi juga sejumlah warung lain yang berada di sekitar lokasi.
“Yang terdampak bukan hanya warung saya, tetapi warung-warung di sekitar sini juga. Aktivitas itu sudah berlangsung tiga hari. Bahkan kemarin lahan tersebut seperti kolam karena dipenuhi cairan tetes tebu dan baunya sangat menyengat,” katanya.
Merasa terganggu, warga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto agar dilakukan pemeriksaan.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas DLH Kabupaten Mojokerto telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Selain melakukan inspeksi lapangan, petugas juga mengambil sampel cairan yang diduga limbah tersebut untuk diuji di laboratorium.
Hingga berita ini ditulis, hasil uji laboratorium masih menunggu proses pemeriksaan. Sementara itu, aktivitas pembuangan limbah menjadi perhatian warga yang berharap ada kepastian mengenai dampak lingkungan serta tindak lanjut dari instansi terkait.













