SURABAYA, LenteraInspiratif.id – Harga rata-rata kebutuhan pokok di Jawa Timur pada Jumat, 3 Juli 2026, menunjukkan pergerakan yang cukup beragam. Sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan signifikan, terutama bawang merah, daging ayam kampung, dan daging ayam ras. Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan, jagung pipilan, serta beberapa komoditas lainnya mengalami kenaikan.
Penurunan paling mencolok terjadi pada bawang merah yang turun Rp862 per kilogram atau 2,31 persen, dari Rp37.364 menjadi Rp36.502 per kilogram. Disusul daging ayam kampung yang turun Rp1.053 per ekor atau 1,50 persen, menjadi Rp69.138 per ekor. Harga daging ayam ras juga kembali melemah Rp313 menjadi Rp30.559 per kilogram.
Selain itu, daging sapi paha belakang turun Rp314 menjadi Rp125.201 per kilogram, cabai merah besar turun Rp335 menjadi Rp30.148 per kilogram, sedangkan tomat merah turun Rp143 menjadi Rp9.871 per kilogram. Komoditas sayuran lainnya seperti wortel, buncis, kentang, dan kol/kubis juga masih melanjutkan tren penurunan.
Di sisi lain, kelompok minyak goreng mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan sederhana naik paling tinggi sebesar Rp182 menjadi Rp18.924 per liter. Minyak goreng kemasan premium naik Rp105 menjadi Rp21.880 per liter, sedangkan minyak goreng curah naik Rp60 menjadi Rp20.450 per kilogram. Berbeda dengan dua jenis tersebut, Minyakita justru turun Rp63 menjadi Rp16.173 per liter.
Komoditas yang mengalami kenaikan lainnya antara lain jagung pipilan kering naik Rp91 menjadi Rp7.979 per kilogram, kedelai lokal naik Rp164 menjadi Rp13.256 per kilogram, kedelai impor naik Rp117 menjadi Rp12.690 per kilogram, serta ikan bandeng dan ikan tuna masing-masing naik lebih dari Rp400 per kilogram.
Sementara itu, beras premium naik tipis menjadi Rp14.991 per kilogram, sedangkan beras medium turun tipis menjadi Rp12.937 per kilogram. Harga gula kristal putih juga mengalami penurunan Rp53 menjadi Rp17.152 per kilogram.
Secara keseluruhan, harga sembako di Jawa Timur masih berada dalam kondisi relatif terkendali. Penurunan harga pada bawang merah, daging ayam, serta sejumlah komoditas hortikultura mampu mengimbangi kenaikan pada minyak goreng kemasan dan beberapa komoditas lainnya, sehingga fluktuasi harga di tingkat konsumen tetap terjaga.









