MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id — Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, terus dilakukan Polsek Gedeg. Salah satunya dengan merangkul sejumlah pengurus perguruan silat untuk memperkuat komunikasi dan mencegah potensi konflik.
Langkah tersebut dilakukan Kapolsek Gedeg AKP Dimas Adit Sutono, S.Tr.K., S.I.K., M.H., melalui kegiatan silaturahmi bersama pengurus perguruan silat se-Kecamatan Gedeg. Pertemuan berlangsung di Pendopo Plataran Mojopahit, Desa Pagerluyung, Sabtu (5/9/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.45 hingga 21.40 WIB itu dihadiri sejumlah pengurus perguruan silat, di antaranya perwakilan PSHT, IKS-PI, Pagar Nusa, PSHW-TM, dan Perisai Diri, serta jajaran Kanit Polsek Gedeg.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Gedeg memperkenalkan diri sebagai pejabat baru sekaligus mengajak seluruh pengurus perguruan silat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
AKP Dimas menekankan pentingnya komunikasi sejak dini apabila terdapat persoalan yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan. Menurutnya, setiap persoalan perlu dimitigasi sedini mungkin agar tidak meluas dan berdampak terhadap masyarakat.
“Kami berharap apabila ada kendala maupun persoalan yang berpotensi menimbulkan kerawanan, segera komunikasikan dengan kami. Dengan begitu, bisa dilakukan langkah awal untuk meredam persoalan agar tidak berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar komunikasi antarperguruan silat dan kepolisian tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Rencananya, kegiatan silaturahmi akan dilakukan secara rutin setiap bulan dengan suasana yang lebih santai.
Forum tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang bersama untuk membicarakan berbagai persoalan, baik yang berkaitan dengan internal perguruan maupun rencana kegiatan yang berpotensi melibatkan banyak anggota.
Kapolsek Gedeg juga mendorong pembentukan grup WhatsApp sebagai sarana komunikasi cepat antara kepolisian dan pengurus perguruan silat.
Selain itu, para pengurus diminta ikut memberikan pemahaman kepada anggotanya agar bijak menggunakan media sosial. Mereka diingatkan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks yang dapat memicu keresahan dan mengganggu kondusivitas wilayah.
“Kita harus sepakat untuk saling menghormati dan saling menjaga. Jika ada persoalan, tidak perlu melakukan pengerahan atau mobilisasi massa,” tegasnya.
Sementara itu, para perwakilan perguruan silat menyampaikan dukungan terhadap langkah yang dilakukan Polsek Gedeg. Mereka mengungkapkan, sejumlah persoalan yang melibatkan kelompok perguruan silat di wilayah Gedeg terkadang berkaitan dengan pergerakan kelompok dari luar daerah.
Gedeg dinilai menjadi salah satu wilayah perlintasan bagi massa dari sejumlah daerah seperti Sidoarjo, Lamongan, Gresik, maupun Jombang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak dilakukan antisipasi secara dini.
Para pengurus perguruan silat pun berharap kepolisian terus melakukan langkah mitigasi dan pengamanan, sekaligus memperkuat komunikasi dengan seluruh elemen perguruan silat.
Mereka juga menyatakan siap mendukung program Kapolsek Gedeg, termasuk rencana menggelar kegiatan sosial bersama antarperguruan silat.
Kegiatan sosial tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarperguruan, tetapi juga membangun citra positif perguruan silat di tengah masyarakat.
Kapolsek Gedeg menyatakan pihaknya akan mengakomodasi kegiatan positif yang dilakukan perguruan silat selama bertujuan menjaga kerukunan dan mendukung harkamtibmas.
Melalui komunikasi yang intensif, kepolisian berharap potensi persoalan dapat diselesaikan sejak awal tanpa berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Pertemuan antara Polsek Gedeg dan para pengurus perguruan silat tersebut berlangsung aman dan lancar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Kecamatan Gedeg.













