JAWA TIMUR, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen di Jawa Timur kembali bergerak fluktuatif pada Sabtu (5/9/2026). Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang mencapai Rp62.387 per kilogram.
Berdasarkan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur yang diperbarui pukul 12.03 WIB, harga cabai rawit merah naik Rp1.045 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya. Persentase kenaikannya mencapai 1,70 persen, dari Rp61.341 menjadi Rp62.387 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada jagung pipilan kering. Komoditas tersebut naik Rp80 atau 1,02 persen, dari Rp7.902 menjadi Rp7.982 per kilogram.
Di kelompok sayuran, harga buncis naik Rp201 atau 1,37 persen menjadi Rp14.812 per kilogram. Harga kol atau kubis juga meningkat Rp98 atau 1,27 persen menjadi Rp7.827 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting mengalami kenaikan Rp212 atau 0,70 persen menjadi Rp30.628 per kilogram. Namun, harga cabai merah besar justru turun Rp271 atau 1,06 persen menjadi Rp25.182 per kilogram.
Harga beras juga tercatat mengalami kenaikan. Beras premium naik Rp17 menjadi Rp15.122 per kilogram, sedangkan beras medium naik Rp28 menjadi Rp13.028 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah naik Rp52 menjadi Rp20.462 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium naik Rp34 menjadi Rp21.920 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana naik Rp18 menjadi Rp18.862 per liter. Minyakita juga naik tipis Rp8 menjadi Rp16.164 per liter.
Kenaikan harga turut terjadi pada telur ayam ras yang naik Rp31 menjadi Rp24.445 per kilogram. Namun, telur ayam kampung mengalami penurunan cukup signifikan, yakni Rp474 atau 1,03 persen, menjadi Rp45.459 per kilogram.
Di kelompok daging, harga daging sapi paha belakang turun Rp107 menjadi Rp130.458 per kilogram. Daging ayam ras juga turun Rp80 menjadi Rp38.979 per kilogram. Sebaliknya, daging ayam kampung naik Rp136 menjadi Rp69.956 per ekor.
Untuk komoditas ikan, harga ikan asin teri naik Rp558 menjadi Rp79.027 per kilogram. Ikan tuna naik Rp238 menjadi Rp41.305 per kilogram, ikan cakalang naik Rp160 menjadi Rp36.140 per kilogram, dan ikan bandeng naik Rp99 menjadi Rp34.908 per kilogram.
Sejumlah komoditas lainnya justru mengalami penurunan. Harga garam beryodium bata turun Rp61 atau 3,30 persen menjadi Rp1.780 per buah. Garam halus turun Rp66 atau 0,71 persen menjadi Rp9.251 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada sejumlah produk semen. Semen Dynamix turun Rp246 atau 0,49 persen menjadi Rp49.472 per sak, sedangkan Semen Tiga Roda turun Rp188 menjadi Rp51.869 per sak dan Semen Gresik turun Rp72 menjadi Rp56.816 per sak.
Pada kelompok pupuk, penurunan terbesar terjadi pada pupuk NPK non subsidi. Harganya turun Rp461 atau 3,40 persen menjadi Rp13.087 per kilogram. Pupuk Urea non subsidi turun Rp240 atau 2,83 persen menjadi Rp8.224 per kilogram, sedangkan pupuk KCL non subsidi turun Rp197 atau 1,86 persen menjadi Rp10.431 per kilogram.
Berbeda dengan jenis pupuk lainnya, harga pupuk ZA non subsidi justru naik Rp148 atau 2,29 persen, dari Rp6.481 menjadi Rp6.629 per kilogram. Kenaikan tersebut menjadi persentase tertinggi dalam data harga komoditas yang mengalami kenaikan pada hari ini.
Sementara itu, harga gula kristal putih turun tipis Rp11 menjadi Rp17.167 per kilogram. Harga bawang merah juga relatif stabil dengan penurunan Rp13 menjadi Rp26.800 per kilogram, sedangkan bawang putih naik Rp13 menjadi Rp29.577 per kilogram.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan kondisi pasar kebutuhan pokok di Jawa Timur masih dinamis. Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian karena harganya kini berada di atas Rp62 ribu per kilogram dan mengalami kenaikan lebih dari seribu rupiah dalam sehari.













