SURABAYA – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur pada Senin, 25 Agustus 2026, bergerak cukup tajam. Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen yang tercatat pukul 07.52 WIB, penurunan signifikan terjadi pada cabai merah keriting, sementara harga garam beryodium jenis bata justru melonjak lebih dari 30 persen.
Harga cabai merah keriting turun Rp4.635 per kilogram, dari Rp30.268 menjadi Rp25.633 per kilogram. Penurunan tersebut mencapai 15,31 persen dan menjadi salah satu perubahan paling besar pada komoditas pangan hari ini.
Cabai merah besar juga turun Rp642 menjadi Rp28.611 per kilogram atau berkurang 2,19 persen. Namun, harga cabai rawit merah bergerak sebaliknya dengan kenaikan Rp1.816 menjadi Rp52.654 per kilogram atau naik 3,57 persen.
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas daging. Harga daging ayam ras turun Rp1.455 menjadi Rp38.333 per kilogram atau anjlok 3,66 persen. Daging sapi paha belakang turun Rp1.340 menjadi Rp128.380 per kilogram atau berkurang 1,03 persen.
Sementara itu, harga daging ayam kampung justru naik Rp2.222 per ekor, dari Rp69.792 menjadi Rp72.013 atau meningkat 3,18 persen.
Pada komoditas beras, harga premium mengalami kenaikan Rp120 menjadi Rp15.175 per kilogram atau naik 0,80 persen. Sebaliknya, beras medium turun cukup besar, yakni Rp244 menjadi Rp12.768 per kilogram atau turun 1,88 persen.
Harga gula kristal putih juga turun Rp155 menjadi Rp16.958 per kilogram atau berkurang 0,91 persen.
Di sektor minyak goreng, minyak goreng curah naik Rp287 menjadi Rp20.559 per kilogram atau meningkat 1,42 persen. Sementara minyak goreng kemasan premium turun Rp114 menjadi Rp21.702 per liter dan kemasan sederhana turun Rp138 menjadi Rp18.578 per liter.
Harga Minyakita juga mengalami penurunan Rp240 menjadi Rp15.882 per liter atau turun 1,49 persen.
Perubahan cukup mencolok terjadi pada garam beryodium. Harga garam jenis bata naik Rp574 per buah, dari Rp1.888 menjadi Rp2.461 atau melonjak 30,39 persen. Garam halus juga naik Rp282 menjadi Rp9.589 per kilogram atau meningkat 3,03 persen.
Harga jagung pipilan kering naik Rp414 menjadi Rp8.297 per kilogram atau bertambah 5,25 persen. Sementara kedelai impor turun tipis Rp39 menjadi Rp12.571 per kilogram, sedangkan kedelai lokal naik Rp308 menjadi Rp13.541 per kilogram.
Harga bawang justru mengalami penurunan. Bawang merah turun Rp870 menjadi Rp26.398 per kilogram atau berkurang 3,19 persen. Bawang putih Sinco/Honan turun Rp751 menjadi Rp29.053 per kilogram atau turun 2,52 persen.
Sejumlah komoditas pangan lainnya juga mencatat penurunan cukup besar. Ikan asin teri turun Rp10.183 menjadi Rp68.511 per kilogram atau anjlok 12,94 persen. Kacang hijau turun Rp1.122 menjadi Rp25.791 per kilogram, sedangkan ketela pohon turun Rp499 menjadi Rp4.526 per kilogram.
Di kelompok sayuran, buncis mengalami penurunan terbesar sebesar Rp1.510 menjadi Rp12.857 per kilogram atau turun 10,51 persen. Kol/kubis turun Rp569 menjadi Rp7.220 per kilogram, tomat merah turun Rp312 menjadi Rp5.970, dan wortel turun Rp688 menjadi Rp14.350 per kilogram.
Sebaliknya, kentang naik Rp482 menjadi Rp16.315 per kilogram atau meningkat 3,04 persen.
Harga ikan segar menunjukkan tren kenaikan. Ikan tuna melonjak Rp5.658 menjadi Rp46.976 per kilogram atau naik 13,70 persen. Ikan cakalang naik Rp4.038 menjadi Rp39.874 atau meningkat 11,27 persen.
Ikan tongkol juga naik Rp1.112 menjadi Rp36.273 per kilogram atau bertambah 3,16 persen, sedangkan ikan kembung naik Rp551 menjadi Rp36.571 per kilogram. Hanya ikan bandeng yang turun, yakni Rp654 menjadi Rp34.095 per kilogram.
Untuk kebutuhan konstruksi, harga juga bergerak cukup tajam. Papan meranti naik Rp28.310 menjadi Rp136.000 per lembar atau melonjak 26,29 persen. Triplek 6 mm naik Rp2.325 menjadi Rp79.583 per lembar.
Sebaliknya, kayu balok meranti turun Rp10.027 menjadi Rp90.333 per batang atau berkurang 9,99 persen. Harga besi beton juga seluruhnya mengalami penurunan, dengan besi beton 8 mm turun Rp4.313 menjadi Rp44.200 per batang atau berkurang 8,89 persen.
Harga paku ukuran 10 cm turun Rp1.674 menjadi Rp16.833 per kilogram atau turun 9,05 persen. Paku ukuran 5 cm juga turun Rp904 menjadi Rp17.642 per kilogram.
Harga gas Elpiji 3 kilogram naik Rp481 menjadi Rp20.333 per kilogram atau meningkat 2,42 persen.
Sementara itu, harga pupuk non-subsidi mengalami penurunan cukup dalam. Pupuk KCL non-subsidi turun Rp2.242 menjadi Rp8.386 per kilogram atau anjlok 21,09 persen. Pupuk urea turun Rp1.646 menjadi Rp7.093 atau berkurang 18,84 persen.
Pupuk SP 35 turun Rp1.276 menjadi Rp6.525 per kilogram atau turun 16,36 persen, sedangkan pupuk NPK non-subsidi turun Rp1.618 menjadi Rp12.446 per kilogram atau berkurang 11,50 persen. Hanya pupuk ZA non-subsidi yang mengalami kenaikan, yakni Rp446 menjadi Rp7.160 per kilogram atau naik 6,64 persen.
Secara umum, harga bahan pokok di Jawa Timur pada 25 Agustus 2026 menunjukkan pergerakan yang lebih dinamis dibandingkan pemantauan sebelumnya. Penurunan terbesar pada komoditas pangan tercatat pada cabai merah keriting sebesar 15,31 persen, sementara kenaikan tertinggi terjadi pada garam beryodium jenis bata yang mencapai 30,39 persen.
Data tersebut merupakan harga rata-rata bahan pokok di tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur berdasarkan pemantauan hingga pukul 07.52 WIB pada 25 Agustus 2026.











