Surabaya, LenteraInspiratif.id – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur pada Selasa (18/8/2026) berlangsung cukup dinamis. Sejumlah komoditas mengalami penurunan, terutama cabai merah dan bawang merah. Namun pada saat yang sama, harga daging, cabai rawit, serta beberapa bahan pangan lainnya justru mengalami kenaikan.
Berdasarkan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen per pukul 10.33 WIB, harga cabai merah besar menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan paling mencolok. Harganya turun Rp1.419 atau 4,16 persen, dari Rp34.101 menjadi Rp32.682 per kilogram.
Penurunan serupa terjadi pada cabai merah keriting. Komoditas yang sebelumnya berada di angka Rp33.497 per kilogram kini turun menjadi Rp32.396 per kilogram. Artinya, terjadi penurunan Rp1.101 atau 3,29 persen.
Kondisi berbeda terlihat pada cabai rawit merah. Di tengah turunnya harga dua jenis cabai merah, cabai rawit justru naik Rp572 atau 1,24 persen. Harganya kini mencapai Rp46.848 per kilogram.
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Harga bawang merah turun Rp502 atau 1,81 persen menjadi Rp27.208 per kilogram. Bawang putih Sinco/Honan ikut turun Rp112 atau 0,37 persen menjadi Rp29.764 per kilogram.
Sementara itu, kelompok daging menunjukkan tren kenaikan. Harga daging sapi paha belakang naik Rp399 atau 0,31 persen menjadi Rp129.134 per kilogram. Daging ayam ras juga naik Rp310 atau 0,82 persen menjadi Rp37.957 per kilogram. Adapun daging ayam kampung meningkat Rp368 atau 0,52 persen menjadi Rp70.668 per ekor.
Untuk telur, arahnya berlawanan. Telur ayam ras turun Rp102 atau 0,43 persen menjadi Rp23.512 per kilogram. Sebaliknya, telur ayam kampung naik Rp167 atau 0,36 persen menjadi Rp45.989 per kilogram.
Di tengah perubahan tersebut, harga beras relatif tidak banyak bergerak. Beras premium hanya naik Rp1 menjadi Rp15.045 per kilogram, sedangkan beras medium turun Rp5 menjadi Rp12.992 per kilogram. Gula kristal putih juga turun tipis Rp4 menjadi Rp17.113 per kilogram.
Harga minyak goreng pun bergerak tipis. Minyak goreng curah naik Rp45 menjadi Rp20.286 per kilogram dan minyak goreng kemasan premium naik Rp33 menjadi Rp21.854 per liter. Sebaliknya, minyak goreng kemasan sederhana turun Rp35 menjadi Rp18.696 per liter, sementara Minyakita turun Rp18 menjadi Rp16.118 per liter.
Pada komoditas sayuran, harga juga bergerak dalam dua arah. Kol atau kubis turun Rp118 menjadi Rp7.812 per kilogram. Tomat merah turun Rp73 menjadi Rp5.931 per kilogram dan wortel turun Rp46 menjadi Rp15.130 per kilogram.
Sebaliknya, kentang naik Rp132 menjadi Rp15.976 per kilogram, sedangkan buncis meningkat Rp118 menjadi Rp14.219 per kilogram.
Perubahan cukup besar juga tercatat pada garam bata yang turun Rp137 atau 7,09 persen, dari Rp1.935 menjadi Rp1.797 per buah. Sementara garam halus turun Rp51 menjadi Rp9.292 per kilogram.
Komoditas lain juga menunjukkan pergerakan. Jagung pipilan kering naik Rp69 menjadi Rp7.952 per kilogram. Kedelai impor turun Rp59 menjadi Rp12.527 per kilogram dan kedelai lokal turun Rp39 menjadi Rp13.128 per kilogram.
Untuk bahan pangan lainnya, kacang tanah menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup besar secara nominal, yakni Rp501 atau 1,37 persen menjadi Rp37.171 per kilogram. Kacang hijau relatif stabil di angka Rp26.994 per kilogram.
Sementara pada kelompok ikan segar, harga ikan kembung turun Rp582 atau 1,60 persen menjadi Rp35.725 per kilogram. Ikan tuna turun Rp187 menjadi Rp40.919 per kilogram dan ikan cakalang turun Rp277 menjadi Rp35.406 per kilogram. Sebaliknya, ikan tongkol naik Rp178 menjadi Rp35.310 per kilogram.
Secara keseluruhan, harga kebutuhan pokok di Jawa Timur pada 18 Agustus 2026 bergerak cukup beragam. Penurunan paling terasa terlihat pada cabai merah, bawang merah, dan sejumlah sayuran, sementara daging ayam, daging sapi, cabai rawit, serta kacang tanah mengalami kenaikan.
Data tersebut merupakan harga rata-rata tingkat konsumen di Jawa Timur. Harga di masing-masing pasar dan daerah dapat berbeda, bergantung pada kondisi pasokan, permintaan, distribusi, serta situasi perdagangan setempat.











