SURABAYA, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur pada Kamis, 20 Agustus 2026, bergerak beragam. Berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen yang tercatat pukul 13.14 WIB, beberapa komoditas mengalami penurunan cukup signifikan, terutama cabai merah keriting dan cabai merah besar.
Harga cabai merah keriting tercatat turun Rp968 per kilogram, dari sebelumnya Rp31.752 menjadi Rp30.784 per kilogram. Penurunan tersebut mencapai 3,05 persen.
Sementara cabai merah besar turun Rp840 per kilogram, dari Rp31.960 menjadi Rp31.120 per kilogram atau berkurang 2,63 persen.
Namun, tidak semua jenis cabai mengalami penurunan. Harga cabai rawit merah justru naik Rp243 per kilogram, dari Rp46.660 menjadi Rp46.904 atau meningkat 0,52 persen.
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas daging. Harga daging ayam ras naik Rp368 per kilogram, dari Rp38.453 menjadi Rp38.821 atau meningkat 0,96 persen. Daging sapi paha belakang juga naik Rp487 menjadi Rp129.414 per kilogram, atau bertambah 0,38 persen.
Sebaliknya, harga daging ayam kampung turun Rp181 per ekor, dari Rp70.236 menjadi Rp70.055 atau turun 0,26 persen.
Untuk beras, harga bergerak turun tipis. Beras premium turun Rp5 menjadi Rp15.049 per kilogram, sedangkan beras medium turun Rp4 menjadi Rp13.005 per kilogram. Harga gula kristal putih tidak mengalami perubahan dan tetap Rp17.117 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah naik tipis Rp2 menjadi Rp20.260 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium turun Rp4 menjadi Rp21.816 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sederhana naik Rp17 menjadi Rp18.716 per liter.
Harga Minyakita tidak mengalami perubahan dan tetap berada di angka Rp16.122 per liter.
Komoditas telur juga relatif stabil. Harga telur ayam ras turun Rp27 menjadi Rp23.471 per kilogram. Sementara telur ayam kampung naik Rp37 menjadi Rp45.832 per kilogram.
Di kelompok bawang, harga bawang merah turun Rp102 menjadi Rp27.173 per kilogram. Bawang putih Sinco/Honan juga turun Rp66 menjadi Rp29.679 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah sayuran mengalami pergerakan berbeda. Harga kol/kubis turun Rp48 menjadi Rp7.810 per kilogram dan kentang turun Rp73 menjadi Rp15.920 per kilogram. Wortel turun Rp20 menjadi Rp15.197 per kilogram.
Sebaliknya, harga tomat merah naik Rp44 menjadi Rp6.050 per kilogram dan buncis naik Rp75 menjadi Rp14.391 per kilogram.
Untuk komoditas ikan segar, harga ikan bandeng naik Rp56 menjadi Rp34.709 per kilogram. Ikan tuna juga naik Rp63 menjadi Rp41.273 per kilogram. Sementara ikan kembung turun Rp103 menjadi Rp36.243 per kilogram, ikan tongkol turun Rp71 menjadi Rp35.117 per kilogram, dan ikan cakalang turun Rp66 menjadi Rp35.723 per kilogram.
Harga garam beryodium jenis bata mencatat penurunan cukup besar, yakni Rp46 per buah atau 2,38 persen, dari Rp1.935 menjadi Rp1.889. Sedangkan garam halus tetap Rp9.339 per kilogram.
Untuk komoditas nonpangan, harga semen tercatat stabil. Semen Gresik berada di Rp57.029 per sak 40 kilogram, Semen Tiga Roda Rp52.741, Semen Padang Rp49.087, Semen Tonasa Rp48.506, Semen Bosowa Rp48.230, dan Semen Dynamix Rp49.717.
Harga gas Elpiji 3 kilogram juga tidak mengalami perubahan, yakni Rp19.848 per kilogram. Begitu pula sebagian besar harga pupuk non-subsidi yang masih bertahan pada harga sebelumnya.
Secara umum, pergerakan harga sembako di Jawa Timur pada 20 Agustus 2026 masih relatif terkendali. Penurunan terbesar pada komoditas pangan tercatat pada cabai merah keriting sebesar 3,05 persen, sementara kenaikan cukup tinggi terjadi pada harga daging ayam ras sebesar 0,96 persen.
Data tersebut merupakan harga rata-rata bahan pokok di tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur berdasarkan pemantauan hingga pukul 13.14 WIB pada 20 Agustus 2026.











