SURABAYA – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur kembali bergerak pada Senin (28/9/2026). Berdasarkan data harga rata-rata provinsi di tingkat konsumen yang diperbarui pukul 09.31 WIB, sejumlah komoditas mengalami penurunan, sementara sebagian lainnya masih mencatat kenaikan.
Perubahan cukup mencolok terlihat pada kelompok pupuk non subsidi. Harga pupuk KCL non subsidi turun Rp937 per kilogram, dari Rp10.695 menjadi Rp9.757 atau berkurang 8,76 persen.
Penurunan juga terjadi pada pupuk Urea non subsidi yang turun Rp757 menjadi Rp7.994 per kilogram atau 8,65 persen. Sementara pupuk NPK non subsidi turun Rp841 menjadi Rp13.194 per kilogram atau 5,99 persen, sedangkan pupuk SP 35 turun Rp313 menjadi Rp7.486 per kilogram atau 4,01 persen.
Pada komoditas pangan, telur ayam kampung mengalami penurunan cukup besar. Harganya turun Rp1.919 per kilogram, dari Rp45.653 menjadi Rp43.734 atau 4,20 persen.
Harga cabai merah keriting juga turun Rp1.798 per kilogram. Dari sebelumnya Rp39.635, kini berada di level Rp37.837 per kilogram atau turun 4,54 persen.
Namun, tidak semua jenis cabai bergerak turun. Harga cabai merah besar justru naik Rp324 menjadi Rp27.881 per kilogram atau 1,18 persen. Cabai rawit merah juga naik Rp359 menjadi Rp64.746 per kilogram atau 0,56 persen.
Untuk komoditas beras, harga beras premium naik tipis Rp5 menjadi Rp15.126 per kilogram. Beras medium juga naik Rp25 menjadi Rp13.051 per kilogram atau 0,19 persen.
Harga gula kristal putih mengalami penurunan Rp26 menjadi Rp17.273 per kilogram atau 0,15 persen.
Di kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah naik Rp202 menjadi Rp20.683 per kilogram atau 0,99 persen. Minyak goreng kemasan sederhana naik Rp57 menjadi Rp18.883 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan premium naik Rp39 menjadi Rp22.112 per liter.
Berbeda dengan jenis minyak lainnya, Minyakita turun Rp75 menjadi Rp15.939 per liter atau 0,47 persen.
Harga daging juga mayoritas mengalami penurunan. Daging sapi paha belakang turun Rp96 menjadi Rp132.210 per kilogram. Daging ayam ras turun Rp152 menjadi Rp38.961 per kilogram, sedangkan daging ayam kampung turun Rp1.017 menjadi Rp68.730 per ekor.
Pada kelompok susu, susu bubuk merek Bendera jenis instant turun Rp1.028 menjadi Rp40.770 per dus atau 2,46 persen. Susu bubuk Indomilk juga turun Rp137 menjadi Rp40.375 per dus.
Sementara itu, harga susu kental manis justru meningkat. Susu kental manis merek Bendera naik Rp18 menjadi Rp12.509 per kaleng, sedangkan merek Indomilk naik Rp78 menjadi Rp12.511.
Kedelai juga menunjukkan pergerakan berbeda. Harga kedelai impor naik Rp91 menjadi Rp12.735 per kilogram atau 0,72 persen. Sebaliknya, kedelai lokal turun Rp538 menjadi Rp12.596 per kilogram atau 4,10 persen.
Untuk bawang, harga bawang merah naik Rp329 menjadi Rp26.564 per kilogram atau 1,25 persen. Bawang putih relatif stabil dengan kenaikan hanya Rp3 menjadi Rp28.922 per kilogram.
Harga ikan asin teri naik Rp404 menjadi Rp78.604 per kilogram. Kacang tanah juga naik Rp80 menjadi Rp39.159 per kilogram, sedangkan kacang hijau turun Rp141 menjadi Rp26.966 per kilogram.
Di kelompok sayuran, harga buncis naik Rp224 menjadi Rp14.784 per kilogram atau 1,54 persen. Wortel naik Rp163 menjadi Rp14.509 per kilogram atau 1,13 persen, sedangkan tomat merah naik Rp61 menjadi Rp7.727 per kilogram.
Harga kol atau kubis turun Rp83 menjadi Rp8.259 per kilogram. Kentang relatif stabil dengan kenaikan hanya Rp7 menjadi Rp15.545 per kilogram.
Pada komoditas ikan segar, harga ikan tuna naik Rp531 menjadi Rp41.561 per kilogram atau 1,30 persen. Ikan tongkol naik Rp240 menjadi Rp35.454 per kilogram dan ikan bandeng naik Rp62 menjadi Rp35.269 per kilogram.
Harga ikan kembung praktis tidak mengalami perubahan, yakni tetap sekitar Rp36.134 per kilogram. Sementara ikan cakalang turun Rp102 menjadi Rp35.835 per kilogram.
Perubahan juga terjadi pada material bangunan. Harga papan meranti naik Rp3.250 per lembar menjadi Rp111.058 atau 3,01 persen. Kayu balok meranti naik Rp1.772 menjadi Rp102.268 per batang.
Sebaliknya, harga triplek 6 mm turun Rp885 menjadi Rp75.885 per lembar.
Harga besi beton secara umum mengalami penurunan. Besi beton 10 mm turun paling besar, yakni Rp2.451 menjadi Rp68.417 per batang atau 3,46 persen. Besi beton 12 mm turun Rp1.936 menjadi Rp98.518 per batang atau 1,93 persen.
Sementara itu, harga gas LPG 3 kilogram naik Rp147 menjadi Rp19.993 per kilogram atau 0,74 persen.
Secara umum, pergerakan harga bahan pokok dan sejumlah kebutuhan masyarakat di Jawa Timur pada 28 September 2026 cukup beragam. Beberapa komoditas pangan seperti cabai merah keriting dan telur ayam kampung mengalami penurunan, sementara beras, minyak goreng curah, bawang merah, dan sejumlah ikan segar tercatat mengalami kenaikan.













