EkonomiJawa Timur

Harga Ayam Kampung Turun Rp1.297, Cabai Merah Besar Naik 2,22 Persen

×

Harga Ayam Kampung Turun Rp1.297, Cabai Merah Besar Naik 2,22 Persen

Sebarkan artikel ini
Pedagang pasar tanjung anyar

JAWA TIMUR, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok dan kebutuhan masyarakat di Jawa Timur bergerak beragam pada Rabu (23/9/2026). Beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara sejumlah bahan pangan lainnya justru turun dibandingkan hari sebelumnya.

 

Berdasarkan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen yang diperbarui pukul 10.12 WIB, salah satu perubahan terbesar terjadi pada harga daging ayam kampung. Harganya turun Rp1.297 per ekor, dari Rp69.621 menjadi Rp68.324 atau berkurang 1,86 persen.

 

Penurunan juga terjadi pada daging ayam ras. Harga komoditas tersebut turun Rp384 per kilogram, dari Rp39.098 menjadi Rp38.714 per kilogram atau 0,98 persen. Sementara harga daging sapi paha belakang turun Rp563 menjadi Rp131.712 per kilogram.

 

Pada kelompok telur, harga telur ayam ras turun Rp112 menjadi Rp24.837 per kilogram. Sebaliknya, telur ayam kampung naik Rp129 menjadi Rp45.811 per kilogram.

 

Cabai Merah Besar Naik

 

Pergerakan berbeda terlihat pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar naik Rp581 atau 2,22 persen, dari Rp26.138 menjadi Rp26.719 per kilogram.

 

Cabai merah keriting juga naik Rp119 menjadi Rp39.473 per kilogram atau 0,30 persen. Sementara harga cabai rawit merah justru turun Rp200 menjadi Rp63.492 per kilogram atau 0,31 persen.

 

Harga bawang merah turut mengalami kenaikan Rp336 atau 1,29 persen menjadi Rp26.417 per kilogram. Bawang putih naik Rp62 menjadi Rp29.000 per kilogram.

 

Di kelompok sayuran, harga tomat merah naik Rp236 atau 3,23 persen menjadi Rp7.548 per kilogram. Harga kol atau kubis naik tipis Rp22 menjadi Rp8.157 per kilogram, sedangkan buncis hampir tidak berubah dan hanya naik Rp3 menjadi Rp14.546 per kilogram.

 

Sebaliknya, harga wortel turun Rp304 atau 2,11 persen menjadi Rp14.123 per kilogram. Kentang juga turun Rp221 atau 1,42 persen menjadi Rp15.387 per kilogram.

 

Beras Naik Tipis

 

Harga beras pada hari ini mengalami kenaikan terbatas. Beras premium naik Rp62 menjadi Rp15.177 per kilogram atau 0,41 persen. Beras medium naik Rp14 menjadi Rp13.038 per kilogram.

 

Harga gula kristal putih juga relatif stabil dengan kenaikan Rp2 menjadi Rp17.299 per kilogram.

 

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah naik Rp92 menjadi Rp20.565 per kilogram. Minyak goreng kemasan sederhana naik Rp170 menjadi Rp19.027 per liter.

 

Minyakita naik tipis Rp3 menjadi Rp16.064 per liter. Sementara minyak goreng kemasan premium justru turun Rp29 menjadi Rp22.041 per liter.

 

Harga Pupuk Turun

 

Pada kelompok pupuk, penurunan cukup besar terjadi pada pupuk KCL non subsidi. Harganya turun Rp702 atau 6,56 persen, dari Rp10.695 menjadi Rp9.993 per kilogram.

 

Pupuk Urea non subsidi juga turun Rp270 atau 3,08 persen menjadi Rp8.482 per kilogram. Pupuk SP 35 non subsidi turun Rp54 menjadi Rp7.745 per kilogram.

 

Sementara pupuk NPK non subsidi mengalami kenaikan tipis Rp15 menjadi Rp14.050 per kilogram. Pupuk ZA non subsidi turun Rp36 menjadi Rp6.675 per kilogram.

 

Sejumlah Bahan Bangunan Naik

 

Perubahan harga juga terlihat pada sejumlah bahan bangunan. Kayu balok meranti ukuran 4 x 10 naik Rp2.762 atau 2,75 persen menjadi Rp103.258 per batang. Papan meranti naik Rp1.357 atau 1,26 persen menjadi Rp109.165 per lembar.

 

Harga semen Tonasa naik Rp1.293 atau 2,67 persen menjadi Rp49.800 per sak. Semen Dynamix naik Rp643 menjadi Rp50.361 per sak, sedangkan Semen Bosowa naik Rp470 menjadi Rp48.700 per sak.

 

Namun, harga triplek 6 mm turun Rp494 menjadi Rp76.275 per lembar.

 

Pada besi beton, harga besi ukuran 6 mm naik Rp73 menjadi Rp30.787 per batang dan ukuran 8 mm naik Rp135 menjadi Rp48.683. Sebaliknya, besi beton 10 mm turun Rp802 menjadi Rp70.052 dan ukuran 12 mm turun Rp974 menjadi Rp99.480 per batang.

 

Secara umum, data harga tingkat konsumen Jawa Timur pada 23 September 2026 menunjukkan pergerakan yang cukup beragam. Komoditas pangan seperti ayam, cabai, bawang, dan sayuran mengalami perubahan berbeda, sementara beberapa kebutuhan nonpangan seperti pupuk dan bahan bangunan juga mengalami kenaikan maupun penurunan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id