SURABAYA, LenteraInspiratif.id– Harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen di Jawa Timur mengalami perubahan pada Minggu (27/9/2026). Pergerakan harga terlihat pada berbagai komoditas, mulai dari beras, minyak goreng, cabai, bawang, ikan hingga kebutuhan rumah tangga dan material bangunan.
Berdasarkan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur yang diperbarui pukul 09.55 WIB, salah satu kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah keriting. Harganya naik Rp2.226 per kilogram, dari Rp39.010 menjadi Rp41.236 per kilogram atau meningkat 5,71 persen.
Kenaikan juga terjadi pada ikan asin teri yang naik Rp2.533 per kilogram, dari Rp78.200 menjadi Rp80.733 per kilogram atau 3,24 persen.
Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng kemasan sederhana naik Rp232 per liter menjadi Rp19.057. Kenaikan tersebut mencapai 1,23 persen. Minyak goreng kemasan premium juga naik Rp187 menjadi Rp22.260 per liter, sedangkan minyak goreng curah naik Rp166 menjadi Rp20.647 per kilogram.
Sementara itu, harga Minyakita justru mengalami penurunan Rp70 per liter, dari Rp16.015 menjadi Rp15.945 atau turun 0,44 persen.
Untuk komoditas beras, harga beras premium naik Rp30 menjadi Rp15.147 per kilogram. Beras medium juga naik Rp35 menjadi Rp13.060 per kilogram.
Harga gula kristal putih tercatat naik tipis Rp24 menjadi Rp17.323 per kilogram.
Di kelompok cabai, selain cabai merah keriting, harga cabai merah besar naik Rp359 menjadi Rp27.846 per kilogram atau 1,31 persen. Berbeda dengan dua jenis tersebut, cabai rawit merah turun Rp219 menjadi Rp64.114 per kilogram atau 0,34 persen.
Harga bawang merah juga mengalami kenaikan Rp369 menjadi Rp26.583 per kilogram. Sementara bawang putih naik Rp180 menjadi Rp29.086 per kilogram.
Sejumlah komoditas protein hewani justru bergerak turun. Harga daging ayam ras turun Rp238 menjadi Rp38.872 per kilogram. Daging sapi paha belakang turun Rp254 menjadi Rp132.052 per kilogram, sedangkan daging ayam kampung turun cukup besar, yakni Rp1.699 menjadi Rp68.042 per ekor.
Harga telur ayam ras turun tipis Rp40 menjadi Rp24.805 per kilogram. Sebaliknya, telur ayam kampung naik Rp282 menjadi Rp45.936 per kilogram.
Pada kelompok sayuran, harga buncis naik Rp311 menjadi Rp14.858 per kilogram atau 2,14 persen. Tomat merah naik Rp119 menjadi Rp7.767 per kilogram, sedangkan wortel naik Rp136 menjadi Rp14.485 per kilogram.
Harga kentang relatif naik tipis Rp30 menjadi Rp15.569 per kilogram. Sementara kol atau kubis mengalami penurunan Rp149 menjadi Rp8.225 per kilogram.
Komoditas ikan segar juga mayoritas mengalami kenaikan. Harga ikan tuna naik Rp990 menjadi Rp42.051 per kilogram, ikan tongkol naik Rp867 menjadi Rp36.097 per kilogram, ikan bandeng naik Rp654 menjadi Rp35.879 per kilogram, ikan cakalang naik Rp463 menjadi Rp36.429 per kilogram, dan ikan kembung naik Rp219 menjadi Rp36.372 per kilogram.
Untuk komoditas kacang-kacangan, kedelai impor naik Rp195 menjadi Rp12.840 per kilogram, sedangkan kedelai lokal naik Rp186 menjadi Rp13.329 per kilogram. Kacang tanah naik Rp308 menjadi Rp39.363 per kilogram dan kacang hijau naik Rp113 menjadi Rp27.213 per kilogram.
Harga jagung pipilan kering naik Rp72 menjadi Rp7.988 per kilogram. Ketela pohon juga naik Rp102 menjadi Rp5.153 per kilogram.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan cukup besar. Harga mi instan Indomie rasa kari ayam tercatat turun Rp260 per bungkus, dari Rp3.462 menjadi Rp3.201 atau 7,52 persen.
Harga pupuk KCL non subsidi juga turun Rp271 menjadi Rp10.424 per kilogram atau 2,53 persen. Pupuk NPK non subsidi turun Rp28 menjadi Rp14.007 per kilogram, sementara pupuk urea non subsidi turun Rp24 menjadi Rp8.728 per kilogram.
Pergerakan harga juga tercatat pada kebutuhan material bangunan. Harga semen Tiga Roda naik Rp1.248 per zak menjadi Rp53.623. Semen Bosowa naik Rp695 menjadi Rp48.925, sedangkan semen Dynamix naik Rp513 menjadi Rp50.230 per zak.
Harga besi beton 10 mm mengalami kenaikan Rp1.793 per batang menjadi Rp72.660. Sebaliknya, besi beton 6 mm turun Rp179 menjadi Rp30.534 dan besi beton 8 mm turun Rp259 menjadi Rp48.303 per batang.
Data tersebut menunjukkan pergerakan harga komoditas di Jawa Timur pada 27 September 2026 cukup beragam. Sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan, sementara beberapa komoditas lainnya justru mengalami penurunan dibandingkan harga sehari sebelumnya.











