SURABAYA, LenteraInspiratif.id – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur kembali mengalami pergerakan pada Selasa (29/9/2026). Data harga rata-rata provinsi di tingkat konsumen yang diperbarui pukul 09.58 WIB menunjukkan kenaikan dan penurunan pada berbagai komoditas pangan maupun kebutuhan rumah tangga.
Kenaikan paling tinggi tercatat pada buncis. Harga komoditas sayuran tersebut naik Rp1.235 per kilogram, dari Rp14.355 menjadi Rp15.589 per kilogram. Kenaikan tersebut mencapai 8,60 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Kenaikan cukup besar juga terjadi pada kelompok cabai. Cabai merah besar naik Rp1.513 per kilogram, dari Rp28.664 menjadi Rp30.177 atau 5,28 persen.
Sementara itu, harga cabai rawit merah meningkat Rp1.657 menjadi Rp67.392 per kilogram atau naik 2,52 persen. Cabai merah keriting juga naik Rp715 menjadi Rp40.753 per kilogram atau 1,79 persen.
Pergerakan harga cabai tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya cabai merah keriting tercatat mengalami penurunan. Pada 29 September, komoditas tersebut kembali naik berdasarkan data harga rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur.
Komoditas pangan lainnya yang mengalami kenaikan cukup mencolok adalah ikan asin teri. Harganya naik Rp1.993 per kilogram, dari Rp78.213 menjadi Rp80.206 atau meningkat 2,55 persen.
Harga jagung pipilan kering juga naik Rp126 menjadi Rp8.046 per kilogram atau 1,59 persen. Kacang hijau naik Rp92 menjadi Rp27.204 per kilogram, sedangkan kacang tanah naik Rp46 menjadi Rp39.140 per kilogram.
Untuk beras, pergerakannya relatif tipis. Harga beras premium turun Rp9 menjadi Rp15.116 per kilogram atau 0,06 persen. Sebaliknya, beras medium naik Rp42 menjadi Rp13.066 per kilogram atau 0,32 persen.
Harga gula kristal putih turun Rp17 menjadi Rp17.276 per kilogram atau 0,10 persen.
Di kelompok minyak goreng, harga minyak goreng kemasan sederhana mengalami kenaikan Rp238 menjadi Rp19.064 per liter atau 1,27 persen. Minyak goreng curah naik Rp134 menjadi Rp20.615 per kilogram atau 0,66 persen, sedangkan minyak goreng kemasan premium naik Rp20 menjadi Rp22.092 per liter.
Berbeda dengan tiga jenis tersebut, harga Minyakita turun Rp20 menjadi Rp15.950 per liter atau 0,12 persen.
Pada komoditas daging, harga daging sapi paha belakang naik Rp466 menjadi Rp132.776 per kilogram atau 0,35 persen. Sementara harga daging ayam ras turun Rp230 menjadi Rp38.709 per kilogram.
Daging ayam kampung juga mengalami penurunan cukup besar, yakni Rp1.411 menjadi Rp68.394 per ekor atau 2,02 persen.
Harga telur ayam ras turun Rp163 menjadi Rp24.668 per kilogram atau 0,66 persen. Telur ayam kampung juga turun Rp79 menjadi Rp45.621 per kilogram.
Pada kelompok susu, harga susu bubuk merek Indomilk jenis instant justru naik Rp636 menjadi Rp41.148 per dus atau 1,57 persen. Sementara susu bubuk Bendera turun tipis Rp17 menjadi Rp41.782.
Harga susu kental manis merek Bendera turun Rp76 menjadi Rp12.415 per kaleng, sedangkan Indomilk turun Rp67 menjadi Rp12.366.
Harga bawang merah turun tipis Rp47 menjadi Rp26.319 per kilogram. Bawang putih juga turun Rp234 menjadi Rp28.779 per kilogram atau 0,81 persen.
Untuk sayuran, selain buncis yang mengalami kenaikan paling tinggi, sejumlah komoditas justru turun. Harga wortel turun Rp215 menjadi Rp14.128 per kilogram atau 1,50 persen. Kol atau kubis turun Rp88 menjadi Rp8.350 per kilogram.
Harga tomat merah turun Rp54 menjadi Rp7.735 per kilogram, sedangkan kentang turun Rp56 menjadi Rp15.469 per kilogram.
Pada kelompok ikan segar, harga ikan tongkol naik Rp560 menjadi Rp35.681 per kilogram atau 1,59 persen. Ikan tuna naik Rp107 menjadi Rp41.137 per kilogram dan ikan cakalang naik Rp25 menjadi Rp35.884 per kilogram.
Sebaliknya, harga ikan kembung turun Rp476 menjadi Rp35.736 per kilogram atau 1,31 persen. Ikan bandeng juga turun Rp225 menjadi Rp35.082 per kilogram.
Pergerakan harga juga terjadi pada material bangunan. Kayu balok meranti naik Rp2.484 menjadi Rp102.980 per batang atau 2,47 persen. Papan meranti naik Rp659 menjadi Rp108.467 per lembar.
Harga besi beton 8 mm naik Rp648 menjadi Rp49.209 per batang atau 1,33 persen, sedangkan besi beton 6 mm naik Rp347 menjadi Rp31.060 per batang.
Sementara harga besi beton 10 mm turun Rp137 menjadi Rp70.731 per batang. Besi beton 12 mm relatif stabil dengan kenaikan Rp19 menjadi Rp100.473.
Harga gas LPG 3 kilogram juga naik Rp155 menjadi Rp20.000 atau 0,78 persen.
Pada kelompok pupuk, harga KCL non subsidi turun Rp473 menjadi Rp10.222 per kilogram atau 4,42 persen. Pupuk Urea non subsidi turun Rp308 menjadi Rp8.443 atau 3,52 persen.
Harga NPK non subsidi turun Rp196 menjadi Rp13.838 per kilogram atau 1,40 persen. Namun, pupuk SP 35 naik Rp123 menjadi Rp7.922 per kilogram dan pupuk ZA naik Rp277 menjadi Rp6.988 atau 4,12 persen.
Data harga rata-rata tingkat konsumen Jawa Timur tersebut menunjukkan pergerakan yang beragam pada 29 September 2026. Kenaikan paling mencolok tercatat pada buncis, cabai merah besar, cabai rawit merah, ikan asin teri, serta sejumlah komoditas lainnya. Di sisi lain, beberapa bahan pangan dan kebutuhan produksi seperti daging ayam kampung, wortel, ikan kembung, KCL, dan Urea mengalami penurunan.













