SURABAYA, LenteraInspiratif.jd – Harga bahan pokok di Jawa Timur pada Kamis, 24 September 2026, bergerak cukup beragam. Ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, namun beberapa bahan kebutuhan masyarakat lainnya justru turun dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Berdasarkan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen per pukul 12.32 WIB, kenaikan paling tinggi pada kelompok bahan pangan tercatat pada cabai merah besar.
Harga cabai merah besar naik Rp625 per kilogram dari sebelumnya Rp26.722 menjadi Rp27.348 per kilogram. Persentase kenaikannya mencapai 2,34 persen.
Sementara itu, cabai rawit merah juga naik Rp137 menjadi Rp63.924 per kilogram. Berbeda dengan dua jenis cabai tersebut, harga cabai merah keriting turun Rp309 menjadi Rp39.037 per kilogram.
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas beras. Harga beras premium naik Rp13 menjadi Rp15.135 per kilogram. Beras medium juga mengalami kenaikan Rp21 sehingga berada di level Rp13.049 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah naik Rp87 menjadi Rp20.555 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium naik Rp19 menjadi Rp22.089 per liter. Sementara minyak goreng kemasan sederhana naik Rp60 menjadi Rp18.917 per liter dan MINYAKITA naik Rp16 menjadi Rp16.059 per liter.
Di sisi lain, harga gula kristal putih mengalami penurunan tipis. Harga rata-ratanya turun Rp3 dari Rp17.288 menjadi Rp17.285 per kilogram.
Pada komoditas daging, harga daging sapi paha belakang naik Rp76 menjadi Rp132.427 per kilogram. Namun harga daging ayam ras turun Rp29 menjadi Rp39.051 per kilogram. Daging ayam kampung juga turun Rp156 menjadi Rp69.558 per ekor.
Penurunan juga terjadi pada harga telur. Telur ayam ras turun Rp57 menjadi Rp24.839 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung turun Rp244 menjadi Rp45.409 per kilogram.
Untuk bumbu dapur, harga bawang merah turun Rp69 menjadi Rp26.105 per kilogram. Bawang putih Sinco/Honan juga turun Rp108 menjadi Rp28.743 per kilogram.
Harga sayuran bergerak bervariasi. Kol atau kubis naik Rp115 menjadi Rp8.330 per kilogram. Tomat merah naik Rp22 menjadi Rp7.465 per kilogram, sedangkan buncis naik Rp30 menjadi Rp14.590 per kilogram. Harga kentang justru turun Rp17 menjadi Rp15.547 per kilogram.
Komoditas ikan segar juga mengalami perubahan. Harga ikan tuna naik Rp212 menjadi Rp41.284 per kilogram, sedangkan ikan kembung turun Rp255 menjadi Rp35.932 per kilogram. Ikan tongkol turun Rp186 menjadi Rp35.234 per kilogram, sementara ikan bandeng naik tipis Rp19 menjadi Rp35.189 per kilogram.
Untuk kebutuhan rumah tangga, harga gas elpiji 3 kilogram tercatat naik Rp14 menjadi Rp19.860 per kilogram.
Perubahan harga juga terlihat pada kelompok pupuk. Pupuk KCL non-subsidi naik Rp56 menjadi Rp10.751 per kilogram, sedangkan pupuk NPK non-subsidi turun Rp303 menjadi Rp13.731 per kilogram. Pupuk urea non-subsidi juga turun Rp148 menjadi Rp8.604 per kilogram. Sementara pupuk ZA non-subsidi naik Rp153 menjadi Rp6.864 per kilogram.
Secara umum, harga kebutuhan pokok di Jawa Timur hari ini bergerak naik-turun dengan perubahan yang relatif beragam. Masyarakat tetap dapat menjadikan data harga rata-rata provinsi tersebut sebagai gambaran, karena harga di pasar masing-masing daerah dapat berbeda.
Data harga tersebut merupakan harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen yang tercatat pada 24 September 2026 pukul 12.32 WIB.













