MOJOKERTO, LenteraInspuratif.id — Bawaslu Kota Mojokerto memperkuat komunikasi dengan insan pers sebagai bagian dari upaya mendorong pengawasan partisipatif dan mencegah potensi pelanggaran dalam proses demokrasi sejak dini.
Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan jajaran Bawaslu Kota Mojokerto ke Sekretariat PWI Mojokerto Raya di Jalan Pekayon Nomor 99, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan itu menjadi ruang untuk membahas peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan proses demokrasi.
Jajaran Bawaslu yang hadir antara lain Ketua/Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Diklat, Data dan Informasi, Dian Pratmawati, S.Pd.; Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Eri Setiawan, S.M.; serta Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Ilham Bagus Priminanda.
Dian Pratmawati mengatakan media memiliki posisi strategis dalam membantu Bawaslu memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, jurnalis dapat ikut mendorong terbentuknya budaya pengawasan partisipatif.
“Jurnalis bisa menjadi mitra dalam menciptakan pemilu yang bersih, termasuk bersama-sama mencegah praktik politik uang dan berbagai potensi pelanggaran lainnya,” ujar Dian.
Ia menyebut pengawasan proses pemilu tidak hanya menjadi tugas penyelenggara. Masyarakat juga dapat mengambil bagian dengan memberikan informasi maupun melakukan pengawasan sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu dan PWI juga bertukar informasi mengenai berbagai isu serta tantangan yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan agenda demokrasi. Pembahasan turut mencakup mekanisme pemilihan pada tingkat nasional dan regional.
Bawaslu Kota Mojokerto juga terus melakukan sosialisasi kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan hingga elemen masyarakat lainnya.
Sementara itu, Ketua PWI Mojokerto Raya Aminuddin Ilham menyambut baik komunikasi yang dibangun Bawaslu dengan kalangan pers. Ia menilai media dapat berperan dalam memberikan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai aturan dan proses demokrasi.
“Pers tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat. Kami berharap sinergi dengan Bawaslu ini dapat terus diperkuat, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya pengawasan partisipatif dan bersama-sama mencegah potensi pelanggaran sejak dini,” kata Aminuddin.
Ia menegaskan PWI Mojokerto Raya siap mendukung penyampaian informasi yang berimbang, akurat dan sesuai prinsip jurnalistik.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Dengan kolaborasi antara Bawaslu, pers dan masyarakat, upaya menjaga demokrasi yang berintegritas bisa dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya.













