InspiratifJawa Timur

Dari Penjual Soto hingga Peduli ODGJ, Perjalanan Pengabdian Ipda Purnomo Memasuki Babak Baru

×

Dari Penjual Soto hingga Peduli ODGJ, Perjalanan Pengabdian Ipda Purnomo Memasuki Babak Baru

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO — Perjalanan Ipda Purnomo dalam kegiatan sosial terus mendapat perhatian masyarakat. Sosok yang dikenal dengan sebutan “Polisi Belajar Baik” tersebut selama ini aktif membantu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan warga telantar melalui berbagai kegiatan kemanusiaan.

 

Di balik aktivitas sosial tersebut, Purnomo memiliki perjalanan hidup yang tidak lepas dari perjuangan. Sebelum menjadi anggota kepolisian, ia telah terbiasa membantu keluarganya mencari penghasilan. Salah satunya dengan berjualan soto bersama ibunya.

 

Pengalaman tersebut turut membentuk kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian. Setelah menjadi anggota Polri, kepedulian itu kemudian diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu ODGJ dan warga telantar.

 

Purnomo juga mendirikan yayasan yang menjadi salah satu wadah dalam menjalankan kegiatan sosial tersebut. Aktivitasnya kemudian banyak dibagikan melalui media digital sehingga masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilakukannya.

 

Namun, belakangan perhatian terhadap Purnomo tidak hanya berkaitan dengan aktivitas sosialnya. Ia juga menghadapi persoalan terkait akun YouTube yang selama ini digunakan untuk mendokumentasikan sekaligus menyebarkan kegiatan sosialnya.

 

Purnomo mengaku mendapat pemeriksaan atau pertanyaan dari petugas pajak mengenai penghasilan yang diperoleh melalui akun YouTube tersebut. Persoalan itu kemudian menjadi perhatian karena menurutnya pendapatan dari platform digital tersebut relatif tidak besar.

 

Kanal YouTube tersebut, kata Purnomo, sejak awal tidak semata-mata ditujukan sebagai sumber penghasilan. Platform itu lebih banyak dimanfaatkan untuk membagikan kegiatan sosial serta menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan kepada masyarakat.

 

Situasi tersebut bahkan membuat Purnomo sempat mempertimbangkan untuk menutup atau menghapus akun YouTube yang selama ini menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan kegiatan sosialnya.

 

Persoalan tersebut menunjukkan adanya tantangan baru bagi aktivitas sosial yang kini banyak dilakukan dan dipublikasikan melalui ruang digital. Di satu sisi, media sosial menjadi sarana untuk menyebarkan kegiatan kemanusiaan. Di sisi lain, aktivitas yang menghasilkan pendapatan tetap berkaitan dengan ketentuan administrasi dan perpajakan yang berlaku.

 

Meski menghadapi persoalan tersebut, perjalanan Purnomo dalam kegiatan sosial tetap menjadi bagian dari kiprahnya sebagai anggota kepolisian. Kepeduliannya terhadap ODGJ dan warga telantar selama ini menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dijalankannya di tengah tugas kedinasan.

 

Pewarta: Samsuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id