Ito juga menegaskan bahwa penggunaan ungkapan kasar dalam film sangat dibatasi. Menurutnya, penyesuaian tersebut dilakukan agar film tetap nyaman dinikmati oleh penonton dengan karakteristik yang beragam.
“Ungkapan-ungkapan kasar seperti itu pasti sangat-sangat kita batasi karena kita juga ingin memuaskan audience supaya ini juga bisa nyaman ditonton dan lain sebagainya,” tambahnya.
Ito turut menyampaikan bahwa PIYE TO KIH? telah dinyatakan lulus sensor dengan klasifikasi usia 13 tahun ke atas (13+) berdasarkan penilaian Lembaga Sensor Film (LSF).
Heri Chandra Jalani Reading 10 Hari dan Syuting 20 Hari
Sementara itu, Heri Chandra yang memerankan tokoh utama Mukidi mengungkapkan bahwa proses produksi film ini membutuhkan persiapan dan pengambilan gambar selama kurang lebih satu bulan.
Dia menyebut, proses reading atau pendalaman naskah berlangsung selama 10 hari, sedangkan pengambilan gambar atau syuting memakan waktu sekitar 20 hari.
“Proses syutingnya 20 hari, sedangkan reading-nya 10 hari. Totalnya sekitar satu bulanan,” kata Heri Chandra.
Heri juga mengakui terdapat tantangan selama proses pendalaman karakter, terutama dalam penggunaan bahasa. Meski sebelumnya sudah terbiasa menggunakan bahasa Jawa, proses memerankan karakter Mukidi tetap memiliki kesulitan tersendiri.
“Kalau kesulitan pasti ada. Seperti pribahasa bahasa Indonesia, karena sebelumnya sudah terbiasa bahasa Jawakan,” ungkapnya.













