BeritaJawa Timur

Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto Turun, 4.550 Warga Keluar dari Angka Kemiskinan

×

Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto Turun, 4.550 Warga Keluar dari Angka Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto mengalami penurunan pada Maret 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin turun dari 8,79 persen menjadi 8,34 persen.

 

Penurunan tersebut juga terlihat dari jumlah penduduk miskin. Pada Maret 2026, jumlahnya tercatat sebanyak 98,12 ribu orang atau berkurang sekitar 4.550 orang dibandingkan Maret 2025.

 

Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, menyampaikan bahwa penurunan persentase dan jumlah penduduk miskin menjadi salah satu gambaran perkembangan kondisi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

 

Selain jumlah penduduk miskin, BPS mencatat kenaikan garis kemiskinan Kabupaten Mojokerto. Pada Maret 2026, garis kemiskinan mencapai Rp576.902 per kapita per bulan, meningkat dibandingkan Maret 2025 yang sebesar Rp526.397.

 

Menurut Dwi Yuhenny, jika dihitung berdasarkan rata-rata jumlah anggota keluarga, rumah tangga miskin di Kabupaten Mojokerto memiliki 4,24 anggota keluarga.

 

“Jika dihitung berdasarkan rata-rata jumlah anggota keluarga, rumah tangga miskin di Kabupaten Mojokerto memiliki 4,24 orang anggota. Dengan demikian, garis kemiskinan rata-rata per rumah tangga miskin mencapai Rp2.446.064 per bulan,” ungkapnya, Rabu (4/11/2026).

 

Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Turun

 

Perbaikan juga terlihat pada indikator kedalaman kemiskinan atau Poverty Gap Index (P1). Pada Maret 2026, indeks tersebut tercatat sebesar 1,38, lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 1,48.

 

Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan atau Poverty Severity Index (P2) turun dari 0,35 pada Maret 2025 menjadi 0,34 pada Maret 2026.

 

Indeks kedalaman kemiskinan menggambarkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Adapun indeks keparahan kemiskinan menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.

 

Dwi Yuhenny menjelaskan, penurunan kedua indikator tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada aspek kedalaman dan keparahan kemiskinan di Kabupaten Mojokerto.

 

Meski demikian, persentase penduduk miskin yang masih mencapai 8,34 persen menjadi perhatian agar upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Penurunan kedua indikator tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada aspek kedalaman dan keparahan kemiskinan di Kabupaten Mojokerto. Meski demikian, angka kemiskinan yang masih berada di level 8,34 persen menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id