BeritaJawa Timur

Soroti Kasus BBLR di Mojokerto, BPS Tekankan Peran Ekonomi dan Edukasi Ibu Hamil

×

Soroti Kasus BBLR di Mojokerto, BPS Tekankan Peran Ekonomi dan Edukasi Ibu Hamil

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Persoalan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi perhatian dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Mojokerto. Fenomena bayi lahir dengan berat badan di bawah standar tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

 

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS), kasus BBLR masih ditemukan di tengah masyarakat Kabupaten Mojokerto. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah bayi lahir, tetapi perlu dimulai sejak masa kehamilan.

 

BPS menyoroti sejumlah faktor yang berkaitan dengan kejadian BBLR, mulai dari tingkat pendidikan ibu, kemampuan ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi, hingga akses terhadap pemeriksaan kehamilan secara rutin atau Antenatal Care (ANC).

 

Kondisi ekonomi menjadi salah satu persoalan yang dapat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil. Keterbatasan daya beli keluarga berpotensi membuat kebutuhan nutrisi selama kehamilan tidak terpenuhi secara optimal.

 

Di sisi lain, tingkat pemahaman ibu mengenai kehamilan dan kebutuhan gizi juga menjadi faktor penting. Edukasi yang memadai dapat membantu calon ibu memahami pentingnya asupan nutrisi, pemeriksaan kehamilan secara berkala, serta mengenali kondisi yang membutuhkan penanganan tenaga kesehatan.

 

Persoalan BBLR juga memiliki kaitan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penurunan kasus BBLR menjadi bagian penting dari rangkaian intervensi kesehatan ibu dan anak, termasuk dalam upaya pencegahan stunting.

 

Penanganannya pun membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada layanan kesehatan. Puskesmas dan Posyandu tetap memiliki peran penting dalam pemantauan kehamilan dan tumbuh kembang, namun upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan ekonomi keluarga rentan.

 

Edukasi mengenai kesehatan reproduksi, kehamilan sehat, serta pemenuhan gizi juga perlu diperluas agar informasi tidak hanya diterima ibu hamil, tetapi turut dipahami oleh keluarga yang mendampingi.

 

Dengan demikian, persoalan BBLR di Mojokerto menjadi isu yang memiliki dimensi lebih luas. Selain layanan medis, kondisi ekonomi dan tingkat pengetahuan keluarga turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam membangun lingkungan yang mendukung kehamilan sehat.

 

Pewarta: Mia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id
WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG WDMAHJONG BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 BANDAR80 ZONATUAN ZONATUAN