BeritaJawa Timur

Warung Sambal Wader Asli Majapahit di Trowulan Bertahan 30 Tahun, Habiskan 30 Kg Ikan Setiap Hari

×

Warung Sambal Wader Asli Majapahit di Trowulan Bertahan 30 Tahun, Habiskan 30 Kg Ikan Setiap Hari

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Sambal wader menjadi salah satu kuliner khas yang banyak diburu wisatawan saat berkunjung ke kawasan bersejarah Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Di tengah menjamurnya warung serupa, Warung Sambal Wader Asli Majapahit milik Rukiyatin atau yang akrab disapa Bu Tin, tetap bertahan sejak tiga dekade lalu.

Warung yang berada di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ini dikenal menyajikan ikan wader goreng dengan sambal ulek khas. Lokasinya tepat di sebelah kanan Kantor Desa Trowulan, berseberangan dengan Kolam Segaran, salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Majapahit.

Di balik cita rasa sambal wader yang menjadi andalan, terdapat perjalanan panjang Bu Tin dalam merintis usaha kuliner. Bersama suaminya, Ahmad Syafii, yang kini berusia 70 tahun, perempuan berusia 67 tahun itu terus mempertahankan warungnya di tengah perkembangan wisata kuliner di kawasan Trowulan.

“Saya beri nama Asli Majapahit karena yang jualan asli sini, saya asli Dusun Unggahan, Desa Trowulan,” kata Bu Tin saat ditemui di warungnya, Rabu (14/10/2026).

Berawal dari Ikan Wader yang Tak Dilirik Warga

Perjalanan Warung Sambal Wader Asli Majapahit bermula pada 1990. Kala itu, Bu Tin membuka usaha warung nasi dengan menu sederhana. Lima tahun berselang, ia mulai menjadikan sambal wader sebagai menu andalan setelah melihat potensi ikan kecil yang berasal dari Kolam Segaran.

Saat air Kolam Segaran surut, warga sekitar biasanya mencari ikan berukuran besar. Sementara itu, ikan wader yang berukuran kecil cenderung tidak diminati.

Melihat kondisi tersebut, Bu Tin mencoba mengolah ikan wader menjadi sajian yang menggugah selera. Ikan itu digoreng dan disajikan bersama sambal racikan sendiri. Tak disangka, menu sederhana tersebut mendapat sambutan positif dari para pembeli.

Sejak 1995, sambal wader pun menjadi menu utama yang terus dipertahankan hingga sekarang.

“Dulu hanya saya yang jualan sambal wader di sini. Sekarang semuanya jualan sambal wader,” ungkapnya.

Kepala Desa Trowulan juga membenarkan bahwa Bu Tin merupakan pelopor penjualan sambal wader di kawasan tersebut.

“Yang pertama kali menjual sambal wader di Trowulan ya Bu Tin,” ujarnya.

Kini, sambal wader tidak hanya menjadi menu andalan warung milik Bu Tin, tetapi juga berkembang menjadi salah satu pilihan kuliner yang mudah dijumpai di sekitar kawasan wisata sejarah Trowulan.

Cita Rasa Sambal Wader yang Jadi Andalan

Satu porsi sambal wader di warung ini disajikan menggunakan cobek, lengkap dengan nasi putih hangat. Ikan wader digoreng hingga renyah, tetapi tetap memiliki tekstur sedikit basah sehingga tidak terlalu kering.

Cita rasanya gurih dengan tingkat keasinan yang tidak berlebihan. Ikan juga tidak meninggalkan aroma amis maupun rasa pahit yang mengganggu.

Sementara itu, sambalnya dibuat dengan cara diulek menggunakan bahan sederhana, mulai dari cabai, garam, gula, terasi, hingga tomat. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan rasa gurih dengan sentuhan manis yang menjadi ciri khas racikan Bu Tin.

Tingkat kepedasan sambal pun dapat disesuaikan dengan selera pelanggan. Untuk pelengkap, Bu Tin memilih lalapan berupa daun kemangi dan irisan mentimun.

“Lalapan hanya kemangi dan timun. Kalau pakai kubis dan kacang panjang jarang orang suka,” terangnya.

Salah satu bahan yang dipertahankan selama puluhan tahun adalah terasi udang asal Tuban. Menurut Bu Tin, penggunaan terasi tersebut turut menjaga cita rasa sambal yang disukai pelanggan.

“Karena rasanya enak kata para pembeli, sehingga saya tidak pernah ganti terasi,” ujarnya.

Konsistensi racikan sambal dan pemilihan bahan menjadi bagian dari upaya Bu Tin mempertahankan karakter rasa warungnya sejak pertama kali menjual sambal wader pada 1995.

Pasokan 30 Kilogram Wader Ludes Setiap Hari

Permintaan sambal wader yang terus berjalan membuat Bu Tin membutuhkan pasokan ikan dalam jumlah besar. Saat ini, ikan wader diperoleh dari para pencari ikan di Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan.

Setiap hari, warung tersebut menerima pasokan sekitar 20 hingga 30 kilogram ikan wader. Jumlah itu habis terjual untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Setiap hari habis. Tidak tahu berapa porsi karena tidak pernah menghitung jadi berapa porsi,” jelas Bu Tin.

Satu porsi sambal wader lengkap dengan nasi putih dibanderol Rp20.000. Harga tersebut menjadikan menu andalan warung ini sebagai salah satu pilihan kuliner bagi pengunjung yang ingin menikmati hidangan khas Trowulan.

Selain sambal wader, tersedia pula sejumlah pilihan menu lain. Sambal belut, udang, dan mujair dijual Rp23.000 per porsi. Sementara sambal lele dan ayam masing-masing dibanderol Rp20.000 per porsi.

Warung ini juga menyediakan aneka makanan tradisional, seperti botok simbukan, tahu dan tempe, daun talas, serta bunga pisang atau ontong, dengan harga Rp4.000. Ada pula pepes mangga dan ikan klotok seharga Rp5.000, serta pepes jeroan, patin, dan udang seharga Rp7.000.

Menurut Bu Tin, selain sambal wader, beberapa menu yang cukup diminati pelanggan adalah botok simbukan, tahu tempe, ontong, patin, dan udang.

“Paling laris nomor satu sambal wader, lainnya botok simbukan, tahu tempe, ontong, patin, udang,” tuturnya.

Jadi Pilihan Kuliner Wisatawan di Kawasan Trowulan

Keberadaan Warung Sambal Wader Asli Majapahit tidak lepas dari aktivitas wisata di kawasan Trowulan. Lokasinya yang berdekatan dengan Kolam Segaran membuat warung tersebut mudah dijangkau pengunjung yang ingin beristirahat sekaligus menikmati kuliner lokal setelah berwisata.

Warung ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Jumlah pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan, ketika wisatawan datang untuk menikmati destinasi sejarah dan kuliner di wilayah bekas pusat Kerajaan Majapahit tersebut.

Bagi Bu Tin, bertahannya usaha selama sekitar 30 tahun menjadi perjalanan panjang yang berawal dari keberanian memanfaatkan potensi ikan wader yang dahulu kurang diminati.

Kini, di tengah semakin banyaknya penjual sambal wader di Trowulan, warung miliknya tetap mengandalkan resep yang dipertahankan sejak 1995, bahan pilihan, serta cita rasa yang sudah dikenal pelanggan.

Warung Sambal Wader Asli Majapahit pun menjadi salah satu pilihan kuliner lokal yang dapat dikunjungi wisatawan saat menjelajahi kawasan bersejarah Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Pewarta: Samsuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id