MOJOKERTO — Jembatan Rolak Songo atau Rolak 9 yang menjadi salah satu akses penghubung Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo resmi ditutup total mulai Selasa, 22 September 2026.
Penutupan dilakukan seiring pelaksanaan pekerjaan perbaikan konstruksi di kawasan Bendung Lengkong Baru yang berada di wilayah perbatasan Mojokerto dan Sidoarjo.
Ditutup untuk Pekerjaan Perbaikan
Berdasarkan pemberitahuan yang diterbitkan pada 16 September 2026, penutupan berkaitan dengan pekerjaan Refurbishment Konstruksi Hilir Bendung Lengkong Baru KP. 0.
Pekerjaan tersebut berada di sisi kiri (L) Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, serta sisi kanan (R) di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Selama pekerjaan berlangsung, akses Jalan Rolak Songo ditutup untuk kendaraan.
Akses Mliriprowo Ikut Terdampak
Selain kawasan jembatan, akses Jalan Mliriprowo juga terdampak penutupan.
Jalur yang ditutup meliputi ruas mulai dari kawasan Pohon Beringin hingga Indomaret Mliriprowo. Kawasan Bendung Lengkong Baru atau Rolak Songo juga masuk dalam area yang ditutup selama proses pekerjaan.
Penghubung Mojokerto dan Sidoarjo
Jembatan Rolak Songo selama ini menjadi salah satu jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Kabupaten Mojokerto dengan Sidoarjo.
Jalur tersebut menghubungkan Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, dengan Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik. Karena itu, penutupan jembatan berpotensi memengaruhi mobilitas warga yang biasa menggunakan akses tersebut.
Berapa Lama Jembatan Ditutup?
Sebelumnya, informasi dari Radar Mojokerto menyebut pekerjaan perbaikan struktur Bendung Lengkong Baru dijadwalkan berlangsung selama sekitar empat bulan, mulai September hingga Desember 2026.
Namun, pemberitahuan penutupan yang mulai berlaku 22 September 2026 belum mencantumkan secara tegas tanggal pembukaan kembali akses Jembatan Rolak Songo. Karena itu, pengguna jalan sebaiknya mencari jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.
Pawarta : Alfin Al-Ahmadi Zain













