PAMEKASAN, LenteraInspiratif.id — Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, diisi dengan kegiatan sosial dan pertunjukan seni budaya. Agenda tersebut meliputi pemberian santunan kepada puluhan anak yatim serta pementasan tari kolosal yang melibatkan ratusan pemuda lokal.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Ahmad Zaini, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kepedulian sosial, semangat gotong royong, dan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga kesempatan untuk menanamkan nilai persatuan dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sengaja kami kemas lebih menyentuh aspek sosial kemasyarakatan dan pelestarian budaya. Kehadiran anak-anak yatim dalam doa bersama menjadi pengingat bahwa esensi pemuda adalah hadir membawa solusi dan kepedulian bagi sesama,” ungkap Ahmad Zaini.
Selain kegiatan sosial, acara tersebut dimeriahkan dengan pementasan tari kolosal bertema perjuangan pemuda Nusantara. Pertunjukan itu memadukan musik tradisional daul Madura dengan aransemen modern.
Para penari mengenakan busana adat Nusantara dan tampil di hadapan penonton yang memadati lokasi kegiatan. Pementasan tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam rangkaian peringatan Sumpah Pemuda di Pamekasan.
Rizki Ramadhan (20), salah satu peserta tari kolosal, mengaku bangga dapat terlibat dalam pertunjukan tersebut. Ia bersama peserta lainnya menjalani latihan intensif selama beberapa pekan sebelum tampil dalam acara peringatan tersebut.
“Senang dan bangga sekali bisa ikut mementaskan tari kolosal ini di Hari Sumpah Pemuda. Latihan berhari-hari terbayar lunas melihat antusiasme penonton dan pesan persatuan yang ingin kami sampaikan melalui seni tari ini sampai ke masyarakat,” tutur Rizki.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial, pelestarian budaya, serta pembangunan daerah.
Pewarta: Mia













