LenteraInspiratif.id | Jawa Timur – Harga sejumlah bahan pokok di Jawa Timur mengalami perubahan pada Selasa (20/10/2026). Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit merah, dari Rp60.725 menjadi Rp61.073 per kilogram.
Berdasarkan data harga rata-rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen yang diperbarui pukul 10.34 WIB, pergerakan harga juga terjadi pada beras, gula, minyak goreng, daging, telur, serta sayuran. Sejumlah komoditas mengalami penurunan, sementara sebagian lainnya naik tipis dibandingkan hari sebelumnya.
Harga Beras dan Minyak Goreng
Harga beras premium naik tipis dari Rp15.099 menjadi Rp15.100 per kilogram. Sebaliknya, beras medium turun dari Rp13.018 menjadi Rp13.014 per kilogram.
Harga gula kristal putih tercatat naik dari Rp17.446 menjadi Rp17.472 per kilogram. Kenaikan sebesar Rp26 tersebut membuat harga gula bergerak sedikit lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya.
Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah turun dari Rp20.477 menjadi Rp20.418 per kilogram. Minyak goreng kemasan sederhana juga turun dari Rp18.801 menjadi Rp18.740 per liter.
Sementara itu, minyak goreng kemasan premium naik dari Rp22.021 menjadi Rp22.041 per liter. Harga Minyakita turun tipis dari Rp15.892 menjadi Rp15.879 per liter.
Cabai Rawit Merah Naik, Cabai Lain Turun
Harga cabai rawit merah naik Rp348 per kilogram, dari Rp60.725 menjadi Rp61.073. Kenaikan ini berlawanan dengan pergerakan dua jenis cabai lainnya yang tercatat turun.
Cabai merah keriting turun dari Rp51.556 menjadi Rp51.011 per kilogram. Adapun cabai merah besar mengalami penurunan dari Rp43.724 menjadi Rp43.354 per kilogram.
Pada komoditas bawang, harga bawang merah naik dari Rp27.228 menjadi Rp27.302 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih jenis Sinco/Honan turun dari Rp28.815 menjadi Rp28.727 per kilogram.
Perubahan harga tersebut menunjukkan bahwa komoditas bumbu dapur mengalami pergerakan yang berbeda. Harga cabai rawit merah dan bawang merah naik, sedangkan cabai merah keriting, cabai merah besar, serta bawang putih turun.
Harga Daging dan Telur Bergerak Tipis
Harga daging sapi paha belakang turun dari Rp134.115 menjadi Rp133.519 per kilogram. Daging ayam ras juga mengalami penurunan dari Rp37.506 menjadi Rp37.401 per kilogram.
Daging ayam kampung turun dari Rp70.031 menjadi Rp69.936 per ekor. Penurunan juga terjadi pada harga telur ayam ras yang bergerak dari Rp24.240 menjadi Rp24.245 per kilogram?
Di sisi lain, data menunjukkan harga telur ayam ras justru naik tipis dari Rp24.240 menjadi Rp24.245 per kilogram. Telur ayam kampung juga meningkat dari Rp45.787 menjadi Rp45.820 per kilogram.
Dengan demikian, harga daging sapi dan ayam tercatat menurun, sedangkan kedua jenis telur mengalami kenaikan tipis dibandingkan hari sebelumnya.
Harga Sayuran dan Kebutuhan Lainnya
Sejumlah sayuran mengalami kenaikan harga. Tomat merah naik dari Rp8.409 menjadi Rp8.520 per kilogram, wortel dari Rp14.142 menjadi Rp14.209 per kilogram, dan buncis dari Rp14.793 menjadi Rp14.962 per kilogram.
Harga kol atau kubis juga naik dari Rp8.893 menjadi Rp8.931 per kilogram. Sementara itu, kentang turun tipis dari Rp15.186 menjadi Rp15.177 per kilogram.
Pada komoditas pangan lainnya, harga jagung pipilan kering naik dari Rp7.958 menjadi Rp7.998 per kilogram. Ketela pohon juga meningkat dari Rp5.112 menjadi Rp5.175 per kilogram, sedangkan kacang hijau dan kacang tanah masing-masing turun menjadi Rp27.026 dan Rp39.302 per kilogram.
Untuk ikan segar, harga ikan bandeng naik dari Rp35.467 menjadi Rp35.500 per kilogram. Sebaliknya, ikan kembung turun menjadi Rp36.091, ikan tuna Rp41.192, ikan tongkol Rp34.974, dan ikan cakalang Rp36.057 per kilogram.
Harga gas elpiji 3 kilogram turun dari Rp19.861 menjadi Rp19.831. Sementara itu, beberapa jenis pupuk non-subsidi, termasuk KCL, NPK, dan urea, juga mengalami penurunan harga.
Data tersebut merupakan rata-rata harga bahan pokok di tingkat konsumen Provinsi Jawa Timur. Harga di pasar atau toko setempat dapat berbeda sesuai wilayah, kondisi pasokan, dan transaksi yang berlaku.












