KOTA MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id — Polres Mojokerto Kota mendirikan Pos Polisi Bersama Masyarakat di Jalan Empunala, Kota Mojokerto, untuk mengantisipasi gangguan keamanan pascapenyerangan tiga warung kopi (warkop) angkringan. Personel gabungan disiagakan selama 24 jam disertai patroli berkala, terutama pada waktu yang dinilai rawan.
Pos tersebut berada di sisi timur Simpang Empat Pasar Burung, Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Pengamanan melibatkan personel dari polsek serta sejumlah satuan di tingkat polres.
Kabag Ops Polres Mojokerto Kota, Kompol Sulianto, mengatakan pos didirikan sebagai langkah untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan Jalan Empunala.
“Saat ini sudah didirikan Pos Polisi Bersama Masyarakat di timur Simpang Empat Pasar Burung Jalan Empunala,” ungkap Sulianto, Selasa (27/10/2026).
Menurut dia, pengamanan dilakukan secara bergantian dengan melibatkan 10 personel dalam setiap giliran. Personel yang bertugas berasal dari unsur Samapta, Reskrim, Lalu Lintas, dan Narkoba, serta jajaran polsek.
“Sekali turun kami kerahkan 10 personel. Pada pukul 00.00 sampai pagi, diganti 10 personel juga,” terangnya.
Polisi juga meningkatkan patroli pada waktu yang dianggap rawan, khususnya mulai Jumat malam hingga Minggu malam. Pos tersebut akan tetap beroperasi sampai situasi di kawasan Jalan Empunala dinilai aman dan kondusif.
Sulianto menjelaskan, petugas tidak hanya berjaga di pos, tetapi juga melakukan patroli secara berkala untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
Pos Pengamanan untuk Beri Rasa Aman Pelaku Usaha
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Dody Munandar mengatakan, keberadaan pos tersebut ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang Jalan Empunala.
Menurut Dody, pos polisi itu bersifat sementara dan dapat dipindahkan ke lokasi lain apabila kondisi keamanan di kawasan tersebut telah kondusif.
“Pos Polisi Bersama Masyarakat ini tidak permanen dan kami tempatkan di titik-titik rawan. Kalau situasi sudah kondusif, pos akan digeser ke titik lain yang dianggap rawan,” bebernya.
Tiga Angkringan Diserang Sekelompok Pemuda
Sebelumnya, tiga warkop angkringan di Jalan Empunala diserang sekelompok pemuda pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan informasi dalam laporan kepolisian yang dikutip sumber berita, kelompok yang diperkirakan berjumlah sekitar 40 orang itu diduga membawa atribut bertuliskan “Mbalelo Anti Kewan Kota” dan “Perbatasan Anti Kirek”.
Dalam insiden tersebut, dua pengunjung dan seorang penjaga angkringan dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam.
Polres Mojokerto Kota kemudian mengamankan 21 pemuda pada Rabu (21/10/2026). Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam dan sepeda motor sebagai barang bukti.
Dari 21 orang yang diamankan, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga orang lainnya dilaporkan masih buron. Penanganan perkara tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan di wilayah Kota Mojokerto.













