EkonomiJawa Timur

Harga Sembako Jatim 15 April 2026: Cabai, Garam, dan Minyak Goreng Naik, Daging Terus Melemah

×

Harga Sembako Jatim 15 April 2026: Cabai, Garam, dan Minyak Goreng Naik, Daging Terus Melemah

Sebarkan artikel ini
Warga berbelanja untuk memenuhi kebutuhan Ramadan di Pasar Bandarjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng, Rabu (17/6). Meski harga sejumlah komoditi mengalami kenaikan, pedagang setempat mengaku jumlah permintaan dari warga yang berbelanja tetap mengalami peningkatan antara 50 persen hingga 100 persen untuk memenuhi kebutuhan mereka selama Ramadan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Rei/pd/15.

JAWA TIMUR, LenteraInspiratif.id – Perkembangan harga bahan pokok di Jawa Timur per Rabu (15/4/2026) menunjukkan tren kenaikan pada sejumlah komoditas utama seperti cabai, minyak goreng, dan garam. Di sisi lain, harga daging dan beberapa bahan pangan lainnya masih mengalami penurunan.

Kenaikan harga kembali terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng kemasan premium naik signifikan Rp276 menjadi Rp21.262 per liter atau meningkat 1,31 persen. Minyak goreng curah juga naik Rp27 menjadi Rp20.190 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan sederhana dan MINYAKITA masing-masing naik menjadi Rp17.996 dan Rp16.194 per liter.

Dari kelompok hortikultura, harga cabai kembali merangkak naik. Cabe merah keriting naik Rp1.148 menjadi Rp34.722 per kilogram atau meningkat 3,42 persen. Cabe merah besar juga naik Rp427 menjadi Rp35.424 per kilogram. Sebaliknya, cabe rawit merah turun Rp686 menjadi Rp58.922 per kilogram.

Lonjakan juga terjadi pada komoditas garam. Garam bata naik Rp250 menjadi Rp2.028 per buah atau melonjak 14,04 persen. Garam halus turut naik Rp54 menjadi Rp9.398 per kilogram.

Sementara itu, harga daging masih menunjukkan tren penurunan. Daging sapi turun cukup dalam Rp1.560 menjadi Rp122.433 per kilogram. Daging ayam ras turun Rp504 menjadi Rp34.918 per kilogram, dan daging ayam kampung turun Rp449 menjadi Rp70.384 per ekor.

Pada komoditas telur, terjadi pergerakan beragam. Telur ayam ras naik Rp42 menjadi Rp27.196 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung turun tajam Rp1.695 menjadi Rp44.812 per kilogram atau turun 3,64 persen.

Kenaikan harga juga terlihat pada produk susu. Susu kental manis merk Bendera naik Rp302 menjadi Rp12.747, sementara Indomilk naik Rp201 menjadi Rp12.580. Untuk susu bubuk, kenaikan cukup tinggi terjadi pada Indomilk yang naik Rp1.198 menjadi Rp41.890 per kemasan.

Di sektor bahan pangan lainnya, jagung pipilan kering naik Rp204 menjadi Rp7.941 per kilogram. Kedelai impor naik Rp113 menjadi Rp12.678 per kilogram, sementara kedelai lokal relatif stabil.

Dari kelompok sayur mayur, hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan. Tomat naik Rp388 menjadi Rp13.157 per kilogram, wortel naik Rp350 menjadi Rp12.032 per kilogram, serta kentang naik Rp207 menjadi Rp15.064 per kilogram.

Pada sektor non-pangan, kenaikan cukup tajam terjadi pada bahan bangunan. Semen Tonasa melonjak Rp2.910 menjadi Rp51.416 per sak atau naik 6 persen. Semen Bosowa dan Dynamix juga naik masing-masing Rp1.554 dan Rp1.551.

Sebaliknya, harga besi beton mengalami penurunan di semua ukuran. Besi beton 10 mm turun Rp2.133 menjadi Rp68.271 per batang, sementara ukuran 12 mm turun Rp2.630 menjadi Rp97.786 per batang.

Harga gas elpiji 3 kg turut mengalami kenaikan Rp144 menjadi Rp20.093 per kilogram.

Sementara itu, harga pupuk menunjukkan tren penurunan tajam. Pupuk KCL non subsidi turun Rp1.135 menjadi Rp9.244 per kilogram atau turun hingga 10,93 persen. Pupuk urea juga turun Rp529 menjadi Rp7.915 per kilogram.

Secara keseluruhan, pergerakan harga di Jawa Timur hari ini didominasi oleh kenaikan pada cabai, minyak goreng, dan garam, sementara komoditas protein hewani seperti daging masih mengalami tekanan penurunan. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner BlogPartner Backlink.co.id