MOJOKERTO, LenteraInspiratif.id – Pemerintah Kota Mojokerto mulai menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi daerah. Di tengah keterbatasan sumber daya alam dan minimnya kawasan industri skala besar, sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata dinilai menjadi peluang paling realistis untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi kota.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Sarasehan Pengembangan Pariwisata di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Senin (16/3/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.
“Karena Kota Mojokerto tidak memiliki sumber daya alam yang besar, maka sektor jasa dan perdagangan harus menjadi kekuatan utama. Salah satunya melalui pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Menurut Ning Ita, perekonomian Kota Mojokerto sempat mengalami tekanan pada 2023 setelah sejumlah pabrik rokok menghentikan operasionalnya. Kondisi tersebut menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi turun hingga 2,79 persen.
Namun seiring berbagai upaya pemulihan yang dilakukan pemerintah daerah, pertumbuhan ekonomi kini kembali berada pada level normal, yakni sekitar 5,32 hingga 5,34 persen.
“Angka tersebut sebenarnya sudah menjadi rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto. Tetapi kami ingin mendorong agar pertumbuhannya bisa lebih tinggi melalui sektor pariwisata dan investasi,” katanya.
Ning Ita menjelaskan, sektor pariwisata memiliki efek berantai yang luas terhadap berbagai sektor usaha. Tidak hanya menguntungkan destinasi wisata, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelaku UMKM, industri kreatif, hotel, restoran hingga sektor transportasi.
Dari sekitar 29 ribu pelaku UMKM yang ada di Kota Mojokerto, lebih dari 16 ribu di antaranya bergerak di bidang kuliner. Potensi tersebut dinilai sangat berkaitan erat dengan perkembangan sektor pariwisata.
“Ketika wisatawan datang, maka yang bergerak bukan hanya tempat wisatanya. Hotel, rumah makan, pedagang oleh-oleh, pelaku ekonomi kreatif hingga transportasi juga ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Data pemerintah daerah menunjukkan tren positif dari sektor tersebut. Jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat, tingkat hunian hotel mengalami kenaikan, dan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.
“Kalau sektor ini dikelola secara serius, hasilnya sangat terasa. Data menunjukkan kunjungan wisatawan naik, okupansi hotel meningkat, dan PAD dari sektor pariwisata juga terus tumbuh,” ungkap Ning Ita.
Untuk memperkuat geliat ekonomi daerah, Pemkot Mojokerto juga menggagas program One OPD One Event, yakni setiap organisasi perangkat daerah diwajibkan menyelenggarakan kegiatan yang mampu menarik kunjungan masyarakat maupun investor.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi semakin bergerak, investasi bertambah, dan sektor pariwisata mampu menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto secara berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika pariwisata tumbuh, maka ekonomi daerah juga akan ikut bergerak,” pungkasnya.













