SURABAYA, LenteraInspiratif.id — Keberadaan sesar aktif di wilayah Jawa Timur menjadi perhatian dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi. Hasil kajian geologi menunjukkan adanya struktur sesar yang secara matematis memiliki potensi menghasilkan gempa dengan kekuatan hingga magnitudo 6,7.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Surabaya dan wilayah sekitarnya agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut.
Potensi magnitudo 6,7 yang disebutkan dalam kajian bukan berarti gempa dengan kekuatan tersebut akan terjadi dalam waktu dekat. Angka itu merupakan estimasi kemampuan energi maksimum yang dapat dihasilkan berdasarkan karakteristik dan panjang jalur sesar.
BMKG menegaskan, sampai saat ini belum ada metode maupun teknologi yang dapat memastikan kapan dan di mana gempa bumi akan terjadi. Karena itu, keberadaan informasi mengenai sesar aktif lebih ditujukan untuk kepentingan mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Pemetaan sesar aktif dilakukan sebagai bagian dari kajian kebencanaan jangka panjang yang melibatkan BMKG dan para ahli geologi. Data tersebut penting untuk mengetahui wilayah yang memiliki potensi ancaman gempa sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan mitigasi.
Langkah mitigasi dapat dilakukan melalui penerapan standar bangunan tahan gempa, pengaturan tata ruang yang mempertimbangkan risiko bencana, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.
Simulasi evakuasi juga dinilai penting agar warga memahami langkah yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.
BMKG turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama kabar yang mengklaim dapat memastikan waktu terjadinya gempa.
Informasi mengenai sesar aktif seharusnya menjadi pengingat untuk membangun kesiapsiagaan, bukan sumber kepanikan. Dengan pemahaman dan persiapan yang baik, risiko korban maupun kerusakan akibat gempa dapat ditekan.













