Sabtu, Puncak Penentuan Kepemimpinan NU
Sabtu (29/8) menjadi salah satu hari paling menentukan dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU. Selain menuntaskan pembahasan materi, agenda pada hari tersebut akan mengarah pada penentuan kepemimpinan PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.
Sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, enam komisi melanjutkan pembahasan masing-masing. Hasilnya kemudian dibawa ke Sidang Pleno III pada pukul 13.30-15.00 WIB untuk dilaporkan dan disahkan.
Berikutnya, Sidang Pleno IV dijadwalkan pukul 15.30-17.30 WIB. Forum ini akan membahas serta mengesahkan tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, sekaligus melakukan tabulasi usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Puncak agenda berlangsung pada malam hari melalui Sidang Pleno V pukul 19.30-23.30 WIB.
Ada lima agenda utama yang dijadwalkan dalam sidang tersebut. Pertama, demisioner Pengurus PBNU masa khidmah 2021-2026. Kedua, pemilihan dan penetapan anggota AHWA.
Ketiga, sidang tertutup anggota AHWA untuk memilih sekaligus mengesahkan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031. Keempat, pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031. Kelima, penetapan formatur.
Dengan agenda tersebut, Sabtu malam akan menjadi titik penting bagi perjalanan NU karena Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk lima tahun mendatang ditentukan dalam rangkaian persidangan tersebut.













