JAWA TIMUR, LenteraInspiratif.id – Perkembangan harga bahan pokok di Jawa Timur pada Kamis (16/4/2026) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil, meski sejumlah komoditas strategis masih mengalami fluktuasi. Kenaikan terlihat pada cabai merah besar dan minyak goreng, sementara cabe rawit merah kembali mencatat penurunan.
Pada kelompok cabai, cabe merah besar naik Rp368 menjadi Rp35.590 per kilogram atau meningkat 1,04 persen. Cabe merah keriting juga naik Rp142 menjadi Rp34.056 per kilogram. Sebaliknya, cabe rawit merah turun Rp779 menjadi Rp57.801 per kilogram atau turun 1,33 persen.
Harga minyak goreng juga mengalami kenaikan tipis. Minyak goreng kemasan premium naik Rp82 menjadi Rp21.067 per liter. Minyak goreng curah naik Rp13 menjadi Rp20.216 per kilogram, sementara MINYAKITA naik Rp37 menjadi Rp16.174 per liter. Adapun minyak goreng kemasan sederhana justru turun Rp24 menjadi Rp17.935 per liter.
Pada komoditas pangan utama, beras premium naik tipis Rp8 menjadi Rp14.869 per kilogram, sedangkan beras medium turun Rp6 menjadi Rp12.918 per kilogram. Gula kristal putih juga naik Rp24 menjadi Rp17.367 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi turun Rp206 menjadi Rp123.912 per kilogram. Daging ayam ras relatif stabil dengan kenaikan tipis Rp3 menjadi Rp35.414 per kilogram, sementara ayam kampung naik Rp324 menjadi Rp71.218 per ekor.
Harga telur cenderung stabil dengan sedikit koreksi turun. Telur ayam ras turun Rp14 menjadi Rp27.189 per kilogram, begitu pula telur ayam kampung yang turun Rp14 menjadi Rp46.272 per kilogram.
Di kelompok sayur mayur, harga kentang naik Rp29 menjadi Rp14.870 per kilogram, tomat merah naik Rp102 menjadi Rp12.908 per kilogram, serta buncis naik Rp44 menjadi Rp13.748 per kilogram. Sebaliknya, kol/kubis turun Rp75 menjadi Rp8.499 per kilogram dan wortel turun Rp24 menjadi Rp11.681 per kilogram.
Pada komoditas bahan bangunan, kenaikan tipis terjadi pada Semen Gresik yang naik Rp144 menjadi Rp57.145 per sak, serta Semen Dynamix yang naik Rp294 menjadi Rp49.819 per sak. Triplek 6 mm justru turun Rp86 menjadi Rp76.984 per lembar.
Sementara itu, harga gas elpiji 3 kilogram turun tipis Rp7 menjadi Rp19.942 per kilogram. Harga pupuk non subsidi secara umum terpantau stabil tanpa perubahan.
Secara keseluruhan, pergerakan harga bahan pokok di Jawa Timur hari ini masih didominasi kenaikan pada komoditas cabai besar dan minyak goreng, sementara sejumlah bahan pangan lain cenderung stabil. Kondisi ini menunjukkan pasokan pasar relatif terkendali meski tekanan harga pada beberapa komoditas hortikultura masih terjadi.












